Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Alat Berat PJT Ditarik, Pemkab Lanjut Tangani Sumbatan Kali Marmoyo

Ainul Hafidz • Sabtu, 31 Januari 2026 | 08:10 WIB

 

Penanganan sumbatan Kali Marmoyo di Kecamatan Kudu kini dilanjutkan menggunakan alat berat milik Pemkab Jombang
Penanganan sumbatan Kali Marmoyo di Kecamatan Kudu kini dilanjutkan menggunakan alat berat milik Pemkab Jombang

Radarjombang.id - Penanganan sumbatan Kali Marmoyo di Kecamatan Kudu kini dilanjutkan menggunakan alat berat milik Pemkab Jombang.

Itu setelah alat berat amfibi milik Perum Jasa Tirta (PJT) ditarik usai menyelesaikan pekerjaan di tujuh titik.

Kepala UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Ploso Dinas PUPR Jombang, Wahyudi, menyebut pembersihan alur sungai dari Desa Bakalanrayung hingga Desa Sumberteguh sudah rampung.

”Untuk Kali Marmoyo dari Desa Bakalanrayung sampai Desa Sumberteguh sudah selesai. Alat berat milik PJT juga sudah ditarik dan dibawa kembali sejak Rabu kemarin,” ujarnya.

Meski begitu, Wahyudi menegaskan pihaknya berencana kembali mengusulkan bantuan alat berat PJT untuk penanganan lanjutan.

”Kami disarankan mengusulkan lagi. Rencananya akan kerja bareng untuk normalisasi. Nanti dilakukan survei lanjutan terlebih dahulu sebelum alat berat diturunkan kembali,” imbuhnya.

Saat ini, penanganan masih mengandalkan alat berat jenis long arm milik Pemkab Jombang. Pembersihan sumbatan Kali Marmoyo sendiri sudah dimulai sejak tahun lalu, kemudian dilanjutkan Januari 2026 saat banjir melanda wilayah utara Sungai Brantas.

”Terakhir penanganan berada di Desa Bakalanrayung. Sumbatan yang ditangani PJT itu total ada tujuh titik,” paparnya.

Material yang dibersihkan didominasi pohon bambu dan waru yang menghambat aliran sungai. Plt Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA), Sultoni, memastikan alat berat pemkab masih siaga. ”Sekarang teman-teman masih lanjut bekerja,” katanya.

Terkait batas waktu pengerjaan, Sultoni menyebut tidak ada target khusus. ”Kami tidak menargetkan sampai kapan. Yang terpenting bisa sampai di lokasi jembatan di Desa Bakalanrayung. Kalau hujan, pekerjaan tidak bisa dilakukan,” ujarnya.

Fokus utama penanganan kali ini adalah mengatasi sumbatan aliran sungai untuk mengurangi risiko banjir. Sedangkan normalisasi sedimentasi secara menyeluruh direncanakan dilakukan pada musim kemarau. (fid/naz)

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#Kecamatan kudu #kali marmoyo #Jombang #normalisasi sungai #Dinas PUPR Jombang #perum jasa tirta