Radarjombang.id - Memasuki musim tanam padi pertama 2026, tanaman padi di Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Jombang diserang penyakit kresek. Kondisi itu membuat petani khawatir hasil panen turun.
Heri Santoso salah satu petani setempat mengatakan, gejala penyakit kresek mulai muncul seiring kondisi cuaca yang cenderung mendung dalam beberapa hari terakhir. ”Serangan kresek mulai terlihat di tanaman kami. Kami khawatir hasil panen akan menurun,” kata Heri.
Tak ingin serangan kian meluas, ia harus merogoh uang untuk melakukan penyemprotan bakterisida secara rutin.
Penggunaan pupuk dengan kandungan nitrogen yang tinggi serta jarak tanam yang terlalu rapat membuat tanaman padi semakin rentan terserang penyakit. ”Harapannya ada penyemprotan massal agar penyakit tidak meluas,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Plandaan Yus Ardi Baskoro membenarkan adanya serangan penyakit yang menyerang daun padi milik petani.
Dari total luas tanam padi pada musim tanam pertama di Kecamatan Plandaan, saat mencapai 2.174,73 hektare. ”Memang varietas galur ini cukup rentan pada bakteri Xanthomonas sp. Banyak daun bendera (paling atas) yang sudah terserang,” katanya.
Sebagai langkah, pihaknya memberikan edukasi kepada petani. Di antaranya melakukan penyemprotan fungisida secara intensif.
Minimal dua kali dalam sepekan untuk tanaman yang sudah terserang.
Sebab, adanya serangan pada daun berpotensi menurunkan hasil panen. ”Jika daun bendera terserang, kemampuan tanaman menyerap nutrisi berkurang, sehingga produksi pasti menurun,” ujarnya.
Baca Juga: Petani di Kecamatan Bareng Jombang Merintih, Jelang Panen Padi Diserang Hama Wereng
Selain penyakit kresek, hama tikus juga masih menjadi ancaman bagi pertanian padi di kecamatan setempat. Untuk produktivitas, lahan sawah beririgasi teknis mampu menghasilkan 7–8 ton per hektare.
Sedangkan sawah tadah hujan berkisar 6,5–7 ton per hektare. ”Karena itu, petani kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera berkonsultasi ketika menemukan gejala serangan serupa di lahan pertanian,” katanya. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto