Radarjombang.id – Sebanyak 1.319 calon jemaah haji (CJH) asal Jombang tercatat sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap 1 dan 2. Namun, tidak semua yang lunas bisa dipastikan berangkat tahun ini.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Jombang, Ilham Rohim, menjelaskan hingga penutupan pelunasan tahap 2 jumlah CJH lunas mencapai 1.319 orang. ”Ya, total ada 1.319 CJH yang melunasi Bipih baik tahap 1 maupun 2,’’ ujarnya kemarin (13/1).
Meski demikian, sebagian jemaah yang melunasi masuk kategori cadangan. ”Cadangan dipersiapkan untuk mengisi kuota reguler ketika belum terpenuhi. Sehingga tidak semua cadangan yang melunasi nanti berangkat,” imbuhnya.
Ilham menambahkan, seluruh jemaah cadangan sebelumnya telah dikumpulkan untuk membuat pernyataan kesiapan. Ada yang menyatakan siap berangkat maupun siap tidak berangkat. ”Yang siap berangkat nanti diverifikasi lagi. Apakah bisa mengisi kuota reguler yang belum terpenuhi,” jelasnya.
Jika kuota reguler masih kurang, jemaah cadangan berpeluang naik berangkat. Sebaliknya, jika kuota reguler sudah terpenuhi, maka cadangan tidak masuk daftar keberangkatan.
Terkait kuota Jombang, Ilham menegaskan daerah tidak memiliki kuota mandiri. Kuota haji ditetapkan berbasis provinsi. ”Dari 1.319 calon jemaah haji itu nanti diserahkan ke Jawa Timur, lalu diranking lagi,” katanya.
Kuota Jawa Timur tahun ini sekitar 43 ribu jemaah. Dari total itu, jemaah reguler tetap menjadi prioritas utama. ”Yang diprioritaskan tetap jamaah reguler,” tegasnya.
Saat ini proses rekap nasional baru selesai. Tahapan berikutnya menunggu verifikasi kuota provinsi. ”Pengumuman daftar jemaah berangkat dilakukan setelah seluruh data tersusun di tingkat pusat dan provinsi,” tandas Ilham.
Sementara itu, jadwal keberangkatan haji nasional sudah mulai tersusun. Kloter pertama dijadwalkan masuk asrama haji pada 21 April dan berangkat ke Arab Saudi sehari berikutnya. Namun, Jombang belum bisa memastikan masuk kloter berapa. ”Wilayah kerja Jombang masuk urutan wilker empat. Bisa jadi gelombang pertama akhir atau gelombang kedua awal,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto