Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pemkab Agendakan Bertemu BBWS Brantas, Tangani Tanggul Dam Slumbung Longsor di Mojowarno Jombang

Anggi Fridianto • Senin, 29 Desember 2025 | 20:26 WIB

 

PANTAU: Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas memantau kondisi tanggul Dam Slumbung di Dusun/Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno.   
PANTAU: Kalaksa BPBD Jombang, Wiku Birawa Felipe Dias Quintas memantau kondisi tanggul Dam Slumbung di Dusun/Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno.  

 

 

Radarjombang.id – Pemkab Jombang berencana melakukan pertemuan langsung dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas untuk membahas penanganan darurat ambrolnya tanggul Dam Slumbung di Desa Penggaron, Kecamatan Mojowarno.

Langkah ini dilakukan agar koordinasi lebih efektif dan penanganan teknis bisa segera dilakukan begitu kondisi lapangan memungkinkan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas menjelaskan, sudah ada rencana penanganan termasuk pemasangan bronjong untuk mencegah kerusakan lebih luas dan mengancam keselamatan rumah warga di bantaran Sungai Slumbung.

Namun, pelaksanaannya belum bisa dilakukan. Karena debit air sungai masih tinggi akibat curah hujan.

”Kalau dipaksakan sekarang, bronjong berisiko tersapu arus, ditambah akses di lokasi sempit sehingga berbahaya,” ujarnya.

Wiku menegaskan, selama ini koordinasi dengan BBWS melalui surat dinilai kurang efektif. Sehingga pertemuan langsung direncanakan untuk menyampaikan kondisi di lapangan secara detail.

Pihaknya juga menyiapkan kesiapsiagaan evakuasi warga dan alternatif lokasi evakuasi seperti sekolah.

”Kalau terjadi kondisi darurat, termasuk kemungkinan evakuasi, kami siap mendukung. Alternatif lokasi evakuasi seperti sekolah juga sudah disiapkan,” kata Wiku.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menambahkan, koordinasi dengan BBWS kemungkinan juga akan membahas alternatif teknologi selain bronjong agar penanganan lebih tepat sesuai kondisi sungai.

”Secara kesiapan, kami siap. Tetapi, karena ini kewenangannya BBWS dan kondisi air masih tinggi, penanganan belum bisa dilakukan sekarang,” ujarnya.

Koordinasi dilakukan agar penanganan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan karakter sungai.

”Barangkali dari BBWS ada teknologi lain selain bronjong yang lebih tepat untuk kondisi di sana,” katanya.

Sementara itu, kondisi tanggul yang ambrol telah berdampak langsung pada warga sekitar. Sedikitnya tujuh rumah warga Dusun Penggaron dilaporkan mengalami retak parah dan terancam ambruk akibat gerusan aliran sungai.

Salah satu warga terdampak, Sujiono (50), mengungkapkan keretakan di rumahnya sudah terjadi sejak sekitar dua bulan terakhir. Kerusakan semakin parah setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

”Kalau hujan deras rasanya tidak tenang, kadang ada getaran. Retakannya tambah lebar sedikit demi sedikit,” ungkapnya.

Retakan bahkan membelah kamar tidur rumahnya, sehingga ia terpaksa memindahkan tempat tidur ke ruang tamu. Sebagian warga lain memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat demi menghindari risiko longsor susulan. (ang/fid)

Editor : Anggi Fridianto
#BPBD Jombang #Dinas PUP #pen #longsor #dam #Pemkab Jombang #kecamatan mojowarno