Radarjombang.id – Banjir melanda utara Brantas menyisakan persoalan. Itu setelah beberapa titik tanggul jebol.
Di antaranya tanggul Dam Tanjungwadung di Dusun Wadung, Desa Tanjungwadung, Kecamatan Kabuh. Saat ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang menerjunkan satu unit alat berat untuk melakukan penanganan.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Sultoni menjelaskan, pihaknya sudah melakukan identifikasi pascabanjir. Ada beberapa titik tanggul sungai jebol. Sebagian titik sudah ditangani, sementara saat ini tersisa satu titik yang masih proses penanganan.
”Ada beberapa titik, sebagian sudah kami ditangani bersama teman-teman BPBD Jombang. Seperti di Desa Jatibanjar Kecamatan Ploso itu kemarin ditangani teman-teman BPBD Jombang. Di Gebangbunder juga sudah ditangani. Jadi sudah selesai dua titik,” kata Sultoni.
Perbaikan masih berlanjut di Desa Tanjungwadung Kecamatan Kabuh, tepatnya pada tanggul Dam Tanjungwadung yang jebol.
Saat ini penanganan dilakukan menggunakan alat berat. ”Karena volume besar, sedangkan tanah untuk material penanganan juga terbatas, sehingga harus loading tanah dari titik yang agak jauh,” imbuh dia.
Kondisi tanggul sebelumnya sudah jebol. Semakin parah setelah debit air meningkat beberapa waktu lalu.
”Jebolannya memang tidak seberapa, panjangnya kurang lebih 6 meter. Sementara di belakang talud atau pasangan beton bendung tanahnya juga sudah ikut terkikis. Sehingga rawan struktur bendungnya ini juga akan habis,” ujar Sultoni.
Proses penanganan diperkirakan berlangsung beberapa hari ke depan. ”Sekarang masih berlangsung sampai beberapa hari ke depan,” tutur dia.
Kerusakan tanggul berdampak pada distribusi air irigasi menuju lahan pertanian.
Adapun aliran air Dam Tanjungwadung diketahui mengarah ke Kali Wadung, yang kemudian bermuara ke Kali Kabuh dan selanjutnya mengalir ke Kali Marmoyo sebagai salah satu anak Sungai Marmoyo. ”Mudah-mudahan tiga sampai empat hari ke depan bisa selesai,” kata Sultoni. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto