Radarjombang.id – Jalan cor beton ruas Cupak–Asemgede di Desa Asemgede, Kecamatan Ngusikan Jombang kembali ambrol, Selasa (21/10) petang.
Longsor terjadi usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak siang. Akibatnya, akses satu-satunya warga menuju pusat kecamatan terputus.
Pengendara motor harus melipir melintasi bahu jalan. Mobil tak bisa lewat.
Pantuan di lokasi Rabu (22/10) siang, kondisi jalan sepanjang kurang lebih 50 meter rusak parah. Sebagian material cor beton hancur tak beraturan.
Sejumlah petugas pemerintah desa, aparat TNI serta dari dinas terkait mulai berdatangan ke lokasi. Petugas juga memasang tali pembatas. ”Ambrolnya sebelum maghrib. Tiba-tiba saja tanahnya ambrol, cornya ikut longsor,” ujar Didik Sadianto, warga setempat.
Ia menerangkan, sebelum terjadi longsor, wilayahnya diguyur hujan deras sejak siang. Di lokasi tersebut juga masih berlangsung proyek pembangunan tembok penahan jalan (TPJ).
Hingga menjelang Magrib, tiba-tiba terjadi longsor hebat.
Tanah penyangga di sisi timur amblas diduga tak mampu menahan gerusan air hujan dan menyeret seluruh badan jalan cor sepanjang 50 meter.
Ironisnya, jalan tersebut merupakan proyek baru yang dibangun Pemkab Jombang pada 2023 lalu, setelah sebelumnya juga sempat putus dan diperbaiki.
Bahkan, saat kejadian, proses pembangunan tembok penahan jalan tengah berlangsung.
”Sudah dicor, dibuatkan duiker waktu itu. Tapi April kemarin sempat longsor sedikit, sekarang ambrol lagi. Padahal tembok penahan sedang dibangun,” imbuh Didik.
Saat ini, hanya pejalan kaki dan pengendara motor yang masih bisa melintas dengan cara mlipir di bahu jalan. Kendaraan roda empat dipastikan tidak bisa lewat.
Padahal jalan ini merupakan askes satu-satunya warga menuju pusat kota. ”Ini akses satu-satunya, kalau memutar lewat Lamongan, jaraknya sangat jauh,” keluhnya.
Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut ambrolnya jalan diduga disebabkan gerusan air hujan yang deras, terutama pada bagian tanah penyangga serta karakter tanah yang labil. ”Tanahnya memang labil. Hujan deras membuat bagian bawah tergerus,” jelasnya.
Bahkan saat kejadian, tim PUPR sedang melakukan perbaikan duiker di sisi kanan jembatan. Di lokasi juga masih ada alat berat.
”Posisi hari itu teman-teman memnbetulkan duiker di sisi kanan jembatan,” lontarnya. Bayu menambahkan, jalan cor yang ambrol merupakan proyek rigid beton tahun 2023. ”Tahun 2024 sempat ada kerusakan, sudah ditangani penyedia. Tapi sekarang ambrol lagi,” tegasnya. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto