Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pemkab Jombang Kwalahan Tangani Sampah, Bakal Libatkan Pemdes Urus 290 Ton Per Hari yang Belum Tertangani

Anggi Fridianto • Sabtu, 27 September 2025 | 14:20 WIB

 

DIKERUK: Alat berat mengeruk sampah di area landfill baru TPA Banjardowo, kemarin (26/9).   
DIKERUK: Alat berat mengeruk sampah di area landfill baru TPA Banjardowo, kemarin (26/9).  
 

 

Radarjombang.id – Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkab Jombang.

Dari total timbulan harian sekitar 530 ton, baru 157 ton yang masuk ke TPA Gedangkeret dan 82,27 ton berhasil direduksi. Sisanya, sekitar 290 ton masih tercecer di lingkungan masyarakat.

”Biasanya ditimbun di pekarangan rumah atau tidak terangkut sama sekali,” terang Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang, M. Amin Kurniawan, kemarin (26/9).

Untuk menjawab persoalan itu, pemkab tengah menyusun regulasi baru yang membuka ruang lebih besar bagi pemerintah desa (pemdes) untuk ikut menangani sampah.

Tujuannya, penanganan bisa dilakukan langsung dari sumbernya, rumah tangga dan pelaku usaha.

”Kewajiban rumah tangga maupun pelaku usaha adalah mengurangi, memilah, dan mengolah sampah. Harapannya, sampah bisa tuntas sejak dari sumbernya,” imbuh Amin.

Selain regulasi, sejumlah strategi percepatan juga disiapkan. Di antaranya penyediaan infrastruktur pendukung seperti TPS3R, kontainer, armada angkut, serta pendampingan masyarakat lewat program Kampung Iklim, Adiwiyata, dan Eco-Pesantren.

Pemkab juga mendorong pengembangan teknologi pengelolaan sampah seperti refuse derived fuel (RDF) dan waste to energy (WTE).

”Termasuk alokasi anggaran dari APBD, APBN, dan dukungan dunia usaha,” tegasnya.

Untuk diketahui, area landfill lama di TPA Gedangkeret, Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang resmi ditutup sejak akhir 2024.

Kini, Dinas Lingkungan Hidup Jombang mengandalkan area landfill baru seluas 4,5 hektare di sisi barat lokasi lama.

”Landfill lama selain sudah penuh, juga ditutup sebagai bagian dari komitmen kami terhadap program pembangunan TPA dari Kementerian PUPR,” jelasnya.

DLH terus mendorong pengurangan sampah dari sumbernya. Mulai dari optimalisasi bank sampah, pemilahan rumah tangga, hingga pemanfaatan sampah organik untuk kompos. ”Tanpa partisipasi masyarakat, beban TPA akan semakin berat,” tegas Amin.

Pantauan Jawa Pos Radar Jombang, Selasa (23/9), area landfill lama tampak penuh dan ditumbuhi semak belukar. Pembuangan sampah kini dialihkan ke new landfill. Beberapa petugas terlihat sibuk mengoperasikan excavator mengurai tumpukan sampah yang terus berdatangan.

Disinggung terkait tenaga dan sarana pendukung pengelolaan sampah, Amin menyebut pihaknya memiliki sekitar 406 ASN, mulai dari pejabat struktural,fungsional, dan tenaga lapangan.

Sementara terkait prasarana, pihaknya memiliki puluhan unit kendaraan, antara lain 33 unit motor roda tiga, 3 truc compactor, 2 dump truk, 17 arm roll truk, 3 pikap, dan unit excavator. (ang/naz)

 

 

 

Editor : Anggi Fridianto
#susun regulasi #sampah #Jombang #Pemkab Jombang #Pemdes #Capaian #DLH Jombang