RadarJombang.id – Sejumlah pohon pule dan tanaman perdu di sepanjang trotoar Jl Presiden KH Abdurrahman Wahid atau Jl gus Dur Jombang mati belum diganti (3/1).
Padahal, masa pemeliharaan proyek rehabilitasi trotoar di Jl Gus Dur itu sudah berakhir sejak 21 Desember 2024.
Meski begitu, hingga kini belum ada serah terima dari pelaksana ke pemkab sehingga pelaksana tetap berkewajiban mengganti tanaman yang mati.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang Agung Hariadi menjelaskan, hasil identifikasi di lapangan yang sudah dilakukan.
Pihaknya menemukan kerusakan fasilitas yang menjadi tanggungan pelaksana. Namun, sementara ini belum dilakukan penggantian.
”Hasil penghitungan kemarin, ada dua tanaman pule mati, dan 20 tanaman di pot kecil mati,” kata Agung dikonfirmasi.
Dijelaskan, dari hasil identifikasi itu sesuai kontrak kerja total sebanyak 35 pohon pule. Sedangkan tanaman perdu sebanyak 73 di pot kecil.
”Dengan jenis asoka, ararea, bugenfil dan lamtana,” imbuh dia.
Meski pemeliharaan sudah berakhir 21 Desember 2024 lalu, penggantian tanaman masih menjadi kewenangan pelaksana.
Sebab, belum ada serah terima sementara dari kontraktor ke pemkab.
”Begini, mereka kemarin menyampaikan siap menanam kembali hari ini (kemarin),” ujar Agung.
Ketika seluruh penggantian rampung, menurut Agung, pihaknya baru akan menindaklanjuti serah terima barang.
”Jadi setelah selesai ditanam lagi, akan diidentifikasi lagi sesuai kontrak. Jumlahnya berapa dan sebagainya, baru ke depan ada pemindahan aset ke DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan Dishub (Dinas perhubungan) Jombang,” kata Agung.
Seperti diketahui, Pemkab Jombang merombak trotoar Jl Gus Dur 2023 lalu.
Proyek menelan anggaran sebesar Rp 3,2 miliar bersumber APBD 2023 dengan pelaksana PT Renis Rimba Jaya. (fid/naz/riz)
Editor : Achmad RW