RadarJombang.id – Makin banyaknya eceng gondok dan kangkung yang tumbuh di Sungai Ngotok Ring Kanal Desa Madiopuro, Kecamatan Sumobito, Jombang membuat pemerintah desa (pemdes) setempat resah.
Mereka menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas agar dilakukan pembersihan.
Ini dilakukan agar saat hujan tidak menyebabkan banjir.
’’Kami sudah nyurati ke balai (BBWS Brantas) di Kediri sama Surabaya, cuma sampai sekarang belum ada tindaklanjutnya,’’ kata Kades Madiopuro, Suwito Hadi.
Langkah itu dia dilakukan karena pertumbuhan eceng gondok dan kangung sangat cepat.
Meski pintu Dam Yani di Desa Budugsidorejo, Kecamatan Sumobito, Jombang, dibuka, tak berdampak signifikan.
’’Biarpun airnya sudah dibuka, sampai sekarang tidak bergerak, kangkungnya sudah terlalu banyak dan akarnya merambat ke bawah,’’ imbuhnya.
Sebenarnya, awal tahun ini sudah pernah dilakukan pembersihan. Namun, tanaman air itu tumbuh kembali dan begitu cepat.
’’Kalau pembersihan dibebankan ke desa, itu yang susah, kami tidak ada anggaran. Sungainya kan juga bukan milik desa,’’ ujar Suwito.
Karena itu, dia menyurati pemilik kewenangan sungai.
’’Sekarang sudah mulai hujan, takutnya air naik. Kalau eceng gondok dan kangkungnya belum diangkat, nggak bisa mengalir lancar sehingga bisa menyebabkan banjir,’’ kata Suwito.
Sebelumnya, Pemkab Jombang juga berkirim surat ke BBWS Brantas Agustus lalu. Itu setelah eceng gondok dan kangkung tumbuh subur di Sungai Ngotok Ring Kanal.
Harapannya, ada bantuan pembersihan dari pemilik kewenangan sungai. (fid/jif)
Editor : Achmad RW