RadarJombang.id – Pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sejumlah ruas jalan di kabupaten Jombang semakin marak.
Banyak pedagang yang memanfaatkan bahu jalan hingga trotoar untuk jualan.
Selain membuat ruas jalan menyempit, wajah kota menjadi semrawut.
Pantauan di lokasi, tampak di sepanjang Jl KH Hasyim Asy,ari, sejumlah pedagang buah menggunakan mobil pikap dan keranjang untuk lapak jualan.
Mereka memanfaatkan bahu jalan dan badan trotoar.
Kepala Satpol PP Jombang Thonsom Pranggono tak menampik fenomena itu.
”Ya, sampai sekarang memang masih berjualan di sana,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dijelaskan, sebelumnya pihaknya bersama lintas sektor di antaranya PJKA dan juga Bina Marga Jatim sudah berupaya melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang.
Mereka diimbau tidak menggunakan bahu jalan dan trotoar untuk tempat jualan. ”Sudah kami lakukan secara persuasif,’’ tambahnya.
Secara wewenang, lanjut dia, keberadaan Jl KH Hasyim Asy’ari menjadi wewenang Pemprov Jatim dalam hal ini Bina Marga Jatim. Namun, secara teritorial masuk di daerah Jombang.
”Jadi kami koordinasi jika akan melakukan langkah apapun. Kita juga bisa langsung jalan sendiri sendiri,’’ papar dia.
Ia mengatakan, selain wewenang Bina Marga Jatim, beberapa titik di sepanjang jalur itu juga ada yang menjadi wewenang PJKA alias PT KAI.
”Ya, itu kan tanahnya PJKA. Kemarin kita sudah undang untuk koordinasi, tapi belum ada kelanjutan,’’ papar dia.
Disamping itu, pihaknya juga menyebut sampai sekarang belum ada lahan jika para pedagang dilakuka penertiban.
Sehingga butuh kajian jika, para pedagang dilakukan penertiban.
”Makanya kita juga butuh kajian lagi, sebab sampai sekarang juga belum ada Perda yang mengatur PKL. Sebagai opsi Sentra PKL di Jl KH Ahmad Dahlan juga belum selesai,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW