Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Sempat Naik Gila-gilaan, Harga Beras di Jombang Kini Mulai Turun

Achmad RW • Kamis, 21 Maret 2024 | 17:40 WIB
Pedagang beras di PCN Jombang menunjukkan beras dagangannya. Pedagang menyebut, penyebaran beras SPHP tak begitu berpengaruh pada turunnya harga beras.
Pedagang beras di PCN Jombang menunjukkan beras dagangannya. Pedagang menyebut, penyebaran beras SPHP tak begitu berpengaruh pada turunnya harga beras.

RadarJombang.id - Setelah sempat terjadi lonjakan cukup signifikan, tren harga beras di sejumlah pasar tradisional di Jombang berangsur turun.

Baik beras jenis medium maupun medium harganya sama-sama turun di Jombang.

Sugandi salah satu pedagang beras di Pasar Citra Niaga (PCN) Jombang mengatakan, tren harga beras saat ini berangsur turun.

Saat ini beras medium dijual dengan harga Rp 14 ribu per kilogram (kg), sedangkan beras premium Rp 15 ribu per kg.

”Sudah satu minggu ini harga beras mulai turun,” ujarnya.

Dikatakannya, harga beras medium sebelumnya bisa mencapai Rp 16 ribu per kg kini turun harga sampai Rp 2 ribu per kg.

Sedangkan, beras premium juga turun harga hingga Rp 2 ribu per kg, yang sebelumnya Rp 17 ribu per kg kini menjadi Rp 15 ribu per kg.

Kan ini sudah masuk panen raya, harga beras juga turun,” bebernya.

Menurutnya, panen raya ini memang sangat berpengaruh pada harga beras. ”Sangat berpengaruh sekali panen raya ini. Setiap kali panen raya harga beras menjadi stabil,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo tak menampik, harga beras berangsur turun.

”Ya harapan kami panen raya ini bisa menyetabilkan harga agar tidak terlalu tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga: Harga Beras di Jombang Masih Selangit, Pj Bupati: Intervensi Pasar Terus Dilakukan

Pihaknya juga akan melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah dinas terkait.

”Jombang ini swasembada pangan, seharusnya harga beras ini tidak terlalu tinggi. Tentu hal ini harus dilakukan pembahasan dengan semua pihak agar Jombang ini mempunyai stok beras hingga panen berikutnya,” katanya.

Seperti salah satunya dengan menghidupkan lagi lumbung-lumbung padi yang ada di desa agar stok gabah ini terjaga.

”Ini kan ada BUMDesma bisa membeli gabah petani dengan harga yang baik dan memanfaatkan lumbung-lumbung yang ada di desa masing-masing untuk menyimpannya,” tegasnya.

Dirinya mengungkapkan, satu hal yang cukup sulit untuk melakukan pemantauan terhadap hasil panen yang keluar dari Jombang.

”Karena banyak tengkulak dari luar Jombang, sehingga ini harus dibahas bersama-sama,” imbuhnya.

Meski saat ini harga beras berangsur turun, kegiatan pasar murah tetap dilanjutkan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.

”Yang kita jual ini bukan hanya beras tapi komiditi lain seperti telur, bawang dan lainnya. Jadi kita melihat di pasaran apabila harga komoditi itu tinggi kita akan adakan di pasar murah,” pungkas Suwignyo. (yan/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#harga #Jombang #Pasar #Beras