JOMBANG – Musim kemarau seperti sekarang, bendungan atau Dam Karet Jatimlerek kini jadi jujugan para pemancing ikan.
Tak jarang, mereka memancing hingga ke bagian tengah bendungan meski hal itu membahayakan.
Pantauan di lokasi, ada lima pemancing yang berada di tengah bendung.
Meski aliran air sungai terdengar cukup deras, namun tak menyulutkan nyali mereka untuk terus bergeser ke tengah bendungan.
”Kalau mancing sampai tengah dapat ikannya lebih cepat,” kata Masirin, warga Desa Sudimoro, Kecamatan Megaluh.
Dia setiap hari memancing di area Dam Karet Jatimlerek. Biasanya sejak pagi hingga siang hari.
Ada beberapa lokasi yang biasa dipilihnya, termasuk di tengah dam.
”Hanya musim kemarau saja, karena air sungai nggak terlalu deras seperti saat musim hujan,” imbuh dia.
Untuk bisa sampai ke tengah bendung, biasanya ia menggunakan sandal yang sudah dimodifikasi.
Bagian alas dipasang plat aluminium dan sejumlah baut.
Tujuannya agar ketika berjalan menuju tengah bendung, tidak terpeleset.
”Tergantung orangnya, kadang sandalnya ditambahi ban baru dipasang baut,” tutur lelaki yang kini berusia 53 tahun ini.
Baut yang digunakan juga seadanya. Pemasangannya, ulir baut dipasang paling bawah. Sehingga mirip dengan sepatu sepak bola.
”Karena sudah biasa, jadi ya nggak takut,” lanjut Masirin.
Dalam sehari dia bisa mendapat ikan cukup banyak. Mulai dari ikan patin hingga rengkik.
”Kalau tadi (kemarin) dapat ikan patin beratnya mungkin 1 kilogram,” tutur dia.
Selama mancing, dia biasanya menggunakan dua umpan. Tempe goreng dan usus ayam. ”Kadang pakai roti tawar,” pungkasnya sambil tertawa.
Ia mengaku, aliran sungai yang tak begitu deras, membuat pemancing tak terlalu lama berdiri di tengah bendungan. Paling lama 20 menit. Lalu mereka kembali menepi ke tanggul sungai. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW