JOMBANG – Hingga pertengahan bulan ini harga beras di pasar tradisional Jombang terus merangkak naik.
Namun, kondisi berbeda justru terlihat dari data yang disediakan pemerintah. Data di laman resmi milik pemerintah pun selisihnya sangat tinggi.
Seperti yang diutarakan Harsono, salah seorang pedagang yang berjualan di Pasar Koplakan area Pasar Legi Jombang, kenaikan harga beras dirasakan sejak awal Juli.
Bahkan, hingga sekarang harganya terus terdongkrak hampir setiap pekan.
”Naiknya nggak langsung drastis, seminggu antara Rp 200 sampai Rp 500 per kilonya. Itu sejak awal Juli,” katanya.
Untuk beras jenis premium, lanjut dia, akhir Juli lalu dijual dengan harga Rp 12.200 per kilogram.
Namun kini, seiring perkembangan harga setiap pekan, dijual dengan harga Rp 14.000 per kilogram.
”Sementara beras medium jenis ciherang awalnya ngecer Rp 11.700 per kilogram, sekarang Rp 13.500,” imbuh dia.
Kenaikan harga beras itu memang terasa sejak Juli lalu. Baik beras jenis ciherang atau medium hingga jenis bramo atau premium.
Setelah itu, nyaris setiap minggu terus ada kenaikan pada harga beras di pasaran.
”Jadi naiknya ini terus-terusan, biarpun Rp 200 - Rp 500 tapi rutin,” tutur lelaki berusia 52 tahun ini.
Dia sendiri tak mengatahui persis faktor penyebab kenaikan harga jual beras tersebut.
Padahal, saat ini sebagian wilayah di Jombang sudah masuk panen padi.
”Ya sudah ada yang panen, tapi kenyatannya harga naik terus. Mungkin ada yang gagal panen atau apa, bisa juga karena harga gabah naik secara otomatis beras juga naik,” lanjut Harsono.
Mengingat harga beras yang terus naik, dia sementara mengurangi jumlah pembelian dari tengkulak.
Jika biasanya dia membeli hingga 1 ton beras, kini Hartono hanya 8 kuintal.
”Karena modalnya juga bertambah, kalau dinilai uang bisa sampai Rp 2 juta,” tutur dia.
Dikatakan, beras yang dia jual rata-rata didapatkan dari luar Jombang. Mulai dari Kabupaten Nganjuk, Lamongan hingga Kabupaten Gresik.
”Untuk beras bramo atau premium biasanya ambil di Pare dan Kandangan (Kabupaten Kediri), sementara ciherang ambil di Nganjuk, Lamongan dan Gresik,” katanya.
Sementara itu, pantauan di laman resmi Sistem informasi ketersediaan dan perkembangan harga barang pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, Senin (18/9), untuk harga beras tingkat konsumen di seluruh pasar daerah di Jombang menyebut, harga beras premium tertulis Rp 12.500 per kilogram.
Sementara beras medium Rp 10.633 per kilogram. Begitu juga hari sebelumnya atau Minggu (17/9) lalu, dalam kolom perubahan tertulis 0 persen.
Sehingga laporan di laman resmi ini tidak sesuai fakta jual beli beras di pasar tradisional. (fid/bin/riz)
Editor : Achmad RW