JOMBANG – Proyek perbaikan jalan nasional di Kecamatan Peterongan menjadi rasan-rasan warga sekitar. Selain tidak ada koordinasi ke pemerintah desa, di lokasi proyek tidak ditemukan papan nama kegiatan.
Hasil penelusuran Jawa Pos Radar Jombang di lokasi Minggu (27/8) kemarin siang, setelah material jalan cor jalan nasional dibongkar, rekanan telah melakukan pengurukan dan pengaspalan lapis pertama.
Saat ini pengaspalan jalan nasional dimulai dari timur ke barat tepatnya depan pasar Peterongan. Sementara itu, tidak ditemukan papan nama proyek di lokasi.
”Saya lihat mulai dari timur sampai SDN Mancar itu tidak terlihat papan nama proyek. Tidak tahu ya itu ditaruh mana. Kelihatannya tidak ada,” ujar Kades Peterongan Ali Muzaki saat dikonfirmasi kemarin.
Sehingga, ia sendiri juga tidak mengetahui berapa anggaran proyek termasuk lama waktu pekerjaan pengaspalan Jalan Raya Surabaya-Madiun itu.
Padahal, warga juga sudah resah dan banyak yang menanyakan perihal pelaksanaan proyek ke pemerintah desa.
”Ya banyak yang tanya dan mengeluh. Sebelumnya kami juga tidak mendapat sosialisasi dan kordinasi. Sehingga tidak memberikan penjelasan,” tuturnya.
Dikatakannya, warga yang paling banyak menanyakan dari kalangan pedagang. Karena akibat pengerjaan proyek jalan, juga berdampak pada usaha warga, sehingga mereka tak bisa berjualan.
”Jadi ada yang kami minta untuk pindah. Karena warung-warung itu tidak mendapat pemasukan. Kami juga tidak tahu ini sampai kapan,” katanya.
Seharusnya, sebelum adanya pembangunan ada koordinasi dengan pemerintah desa. Sehingga, pemerintah desa bisa melakukan sosialisasi ke warga.
”Kalau ada sosialisasi dulu bisa siap-siap bagaimana kalau ada pembangunan. Tapi sekarang sudah terlanjur,” katanya.
Dirinya juga berharap, proyek pembangunan ini hasilnya tidak seperti tahun kemarin. ”Ya semoga tidak seperti tahun kemarin, baru diperbaiki sudah rusak,” pungkasnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi ke nomor seluelrnya, pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek dari Kementerian PUPR Siti Sekar Gondoarum belum memberikan tanggapan.
Ketika dihubungi melalui sambungan seluler hanya terdengar nada sambung, tapi telepon tidak diangkat. Berikut melalui pesan WhatsApp belum berbalas.
Seperti diberitakan sebelumnya, lalu lintas di jalan nasional di ruas Peterongan-Jombang terganggu. Menyusul jalan cor yang dibangun pada 2018 dan menelan anggaran Rp 46 miliar itu dibongkar.
Proyek peningkatan jalan nasional milik Kementerian PUPR dilaksanakan Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Metropolitan II Surabaya. Anggaran bersumber dari dana APBN 2018 mencapai Rp 46 miliar. Pelaksananya adalah PT Timbul Persada dari Tuban dan baru rampung dikerjakan Desember 2018.
Sebelum dibongkar, kondisi permukaan jalan cor ini rusak berat. Hampir seluruh segmen jalan cor retak parah. Berkali-kali ditambal hasilnya tak maksimal. Tahun ini, Kementerian PUPR membongkar jalan cor yang baru berumur lima tahun itu.
Salah satu temuannya, diduga pekerjaan proyek menyimpang dari rencana anggaran biaya (RAB) berdasarkan minimnya pasangan besi penguat cor. Sorotan juga disampaikan masyarakat, dewan, hingga pemerhati konstruksi.
Mereka semua mengaku kecewa dengan proyek itu. Karena dengan anggaran yang sangat besar, proyek hanya bertahan lima tahun.
Padahal seharusnya konstruksi beton, disebut harusnya bisa bertahan hingga 20 tahun. Publik pun mendorong aparat penegak hukum mendalami indikasi penyimpangan proyek. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW