Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Embung Brumbung di Jombang Kondisinya Lagi Surut, Dampaknya Ternyata Serius ke Lahan Pertanian

Achmad RW • Minggu, 13 Agustus 2023 | 20:18 WIB
Kondisi waduk Brumbung, di Desa Mangunanan, Kecamatan Kabuh, yang mengering kemarin (12/8).
Kondisi waduk Brumbung, di Desa Mangunanan, Kecamatan Kabuh, yang mengering kemarin (12/8).

JOMBANG – Memasuki musim kemarau, membuat embung Brumbung di Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, surut.

Embung brumbung, disebut warga telah surut sejak tiba bulan lalu, kini kondisinya bahkan mulai mengering.

Pantauan di lokasi, tampak embung brumbung yang terletak di Jl Raya  Kabuh itu kering. Airnya mulai surut dan hanya menyisakan genangan di bagian tengah.

Saking keringnya, beberapa tanah di bagian embung terlihat retak retak. ”Sudah tiga bulan mengering, saya sering lewat sini,’’ ujar Dwi Santoso, salah satu warga sambil menunjuk ke arah embung.

Dijelaskan, embung itu selalu terpantau mengering kala masuk musim kemarau. Air hanya terisi saat musim hujan.

”Kalau musim hujan penuh, karena ini kan memang embung tadah hujan,’’ jelasnya kepada wartawan koran ini.

Hal senada dijelaskan, Witono, 56 salah satu perangkat Desa Mangunan yang tinggal tak jauh dari lokasi embung. Ia mengatakan, embung mengering sejak beberapa bulan lalu. ”Ya memang sudah mulai surut airnya,’’ ujar dia.

Padahal, embung dengan volume 12.326,83 meter persegi tersebut dimanfaatkan puluhan petani sekitar. Pemanfaatannya digunakan untuk mengairi 40 hektare lebih lahan yang tersebar di Desa Mangunan dan Desa Kedungjati. ”Untuk dua desa di Kabuh,’’ jelasnya.

Lantas bagaimana kebutuhan irigasi saat musim kemarau seperti ini? Ia menyebut, pada musim kemarau para petani hanya mengandalkan dari air tanah yang didapatkan dengan cara bor.

Selain itu, banyak yang beralih tanam dengan jenis tanaman yang tidak membutuhkan banyak air. Misalnya jagung dan tembakau. ”Jadi tidak butuh banyak air,’’ tambah dia.

Ia menyebut, kekeringan seperti sekarang ini diperkirakan akan berlangsung hingga November mendatang. Tak heran, petani di sekitarnya menjadi resah jika air di sawah mereka terus mengering.

”Untuk itu, harapan kami pemerintah mencarikan solusi agar air waduk tetap tersedia selama musim kemarau, misalnya dibangunkan sumur bor supaya air tidak telat,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Jombang #kemarau #embung #Mengering #kabuh