JOMBANG – Memasuki panen raya, harga berambang alias bawang merah di Jombang cenderung jeblok di tingkat petani. Namun, kondisinya berbeda dengan harga jual di pasar yang masih lebih mahal.
Seperti diungkapkan Andik Setiawan, 32, salah satu petani bawang merah di Dusun/Desa Dukuhklopo, Kecamatan Peterongan yang menyebut saat ini harga jual di tingkat petani berkisar Rp 28.000 sampai Rp 29.000 per kilogram.
”Kalau dari kami harganya cenderung stabil. Ya naik turun tapi tidak banyak,’’ ujarnya, kemarin (2/7).
Jika sudah di pasar, jelasnya, harga berambang jauh lebih mahal. Harganya bisa mencapai Rp 32.000 per kilogram tergantung kualitas.
Untuk bawang merah yang dijual di bawah harga Rp 32.000 itu biasanya hasil sortiran. Berkualitas rendah dengan ukuran kecil-kecil. ”Ya dipasar bisa sampai Rp 32 ribu per kg,’’ jelas dia.
Menurutnya, harga berambang cenderung stabil lantaran beberapa daerah juga sedang panen. Seperti Kediri, Nganjuk dan Tulungagung. Stok juga cukup melimpah. ”Memang rata-rata sedang panen,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz)
Editor : Achmad RW