JOMBANG – Serangan hama wereng batang coklat (WBC) yang terus meluas mendapat respons kalangan dewan. Komisi B DPRD Jombang meminta dinas pertanian proaktif menangani serangan hama yang merugikan petani itu.
’’Saat ini banyak sekali keluhan-keluhan petani terkait serangan hama. Dinas pertanian harus cepat mengambil langkah penanganan,’’ kata Sunardi, ketua Komisi B DPRD Jombang, kemarin.
Dia yakin dinas pertanian juga sudah menerima keluhan tersebut. ’’Penanganan harus cepat agar petani tidak dirugikan,’’ tegasnya.
Petani harus segera melaporkan, apabila sawah di daerahnya muncul tanda-tanda serangan hama wereng. Sehingga bisa segera diatasi. ’’Petani bisa selalu berkoordinasi dengan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) untuk melakukan pengendalian,’’ terangnya.
Pihaknya juga mengapresiasi langkah dinas yang langsung turun ke lapangan setelah mendapat laporan. ’’Langkah dinas sudah bagus. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya gagal panen,’’ ungkapnya.
Pihaknya sampai sekarang masih belum mendapat laporan dari dinas apakah ada serangan hama yang mengakibatkan petani gagal panen. ’’Kami belum mendapat laporannya, semoga tidak ada yang gagal panen,’’ harapnya.
Sebelumnya, serangan hama wereng di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang semakin mengkhawatirkan. Akibat diserang wereng, hasil panen padi anjlok. Petani rugi besar.
Salah satunya dialami Wagimo ,57, petani asal Dusun Plosowedi, Desa Plosogeneng. Akibat serangan hama wereng, dia mengalami kerugian hingga mencapai Rp 8 juta. Karena sawah yang biasanya bisa menghasilakn 1 ton padi, kini tak bisa lagi. Hama wereng, juga menyerang saat tanaman padinya menginjak 40 hari tanam. (yan/jif/riz)
Editor : Achmad RW