”Setelah pindah ke sini (lantai 2, Red) plafon sudah jebol,” kata Siti Asiyah salah seorang pedagang. Plafon bercat putih yang jebol itu membentuk seperti lubang. Di kios miliknya, atap plafon yang jebol mungkin karena terkena tetesan air dari atap.
”Mungkin atapnya bocor terus menetes ke plafon, karena lama kena air akhirnya ada yang jebol,” imbuh dia. Terlebih, di sekitar plafon yang jebol itu muncul warna hitam bekas terkena air. ”Makanya sampai sekarang belum ditempati,” ujar Siti.
Dia sendiri memiliki dua kios. Namun dari dua kios itu hanya satu yang bisa digunakan untuk mengaiz rejeki. Sedangkan satu kios lainnya, kondisi plafon jebol hingga dibiarkan kosong. ”Yang nggak jebol, atasnya sudah diberi lapisan seng, biar aman,” tutur dia.
Menurut Siti, plafon yang jebol tidak hanya terjadi pada kios miliknya. Beberapa kios pedagang lainnya juga mengalami hal sama. ”Di sebelah saya juga sama, tapi jebolnya nggak besar,” bebernya.
Beberapa kerusakan itu juga sudah disampaikan ke pihak pasar. Tindaklanjutnya seperti apa, sampai sekarang pihaknya masih menunggu. ”Sekarang dibiarkan dulu. Apakah diperbaiki sendiri atau dari pasar saya sendiri belum tahu,” tambah Siti.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Suwignyo, melalui Kabid Sarana Perdagangan dan Barang Pokok Penting Yustinus Harris Eko Prasetijo, saat dikonfirmasi akan melakukan pengecekan di lapangan terlebih dahulu.
Sejauh ini keluhan terkait plafon yang jebol belum masuk kepadanya. Sehingga belum bisa memastikan, kapan penanganan akan dilakukan. ”Tetap diperbaiki, cuma kita lihat dulu kios yang mana. Apakah (kios) ini yang mengerjakan pemborong proyek tahap 1 (2021) atau tahap 2 (2022),” imbuhnya.
Selain memastikan lokasi kerusakan, Harris juga akan mencari tahu penyebab plafon yang jebol. ”Kalaupun penyebabnya karena tetesan air dari atap, akan kita cek sekalian talang-talangnya,” pungkas dia.
Untuk diketahui, proyek Pasar Perak dikerjakan dua tahap. Masing-masing 2021 dengan menyedot anggaran Rp 6,6 miliar. Sementara 2022 menyedot anggaran Rp 3,7 miliar. Sayang, proyek yang baru diresmikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa ini sudah banyak kerusakan. (fid/bin/riz) Editor : Achmad RW