Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Nasib Warga Wonosalam Jombang yang Rumahnya Retak Ditentukan Hasil Penelitian

Achmad RW • Senin, 29 Mei 2023 | 08:50 WIB
Sugito, warga Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam menunjukkan kondisi dinding rumahnya yang retak-retak akibat cuaca ekstrem, Jumat (26/5).
Sugito, warga Dusun Jumok, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam menunjukkan kondisi dinding rumahnya yang retak-retak akibat cuaca ekstrem, Jumat (26/5).
JOMBANG – Pemkab Jombang belum memutuskan, apakah akan mengevakuasi warga Dusun Jumok atau tidak. Hingga kini pemkab masih menunggu hasil kajian tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terkait penyebab retaknya 11 bangunan rumah warga tersebut.

”Kita belum bisa memutuskan apakah akan mengevakuasi warga atau mengambail tindakan lainnya, sebab kita harus pastikan dulu penyebab retakan itu dari mana, sekarang tim sedang meneliti itu,” terang Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang Bambang Dwijo Pranowo.

Bambang menambahkan, telah menindaklanjuti laporan warga kondisi bangunan rumah mereka yang retak-retak parah. ”Jadi untuk mengungkap pemicu itu, masih kita lakukan kajian. Kita kerja sama dengan ITS untuk melakukan kajian itu, sehingga kami tetapkan status darurat bencana di Dusun Jumok, Desa Sambirejo,” imbuhnya.

Dijelaskan, tim dari ITS tersebut melakukan penelitian sejak Rabu (24/5) hingga sebulan ke depan. Adapun tim yang dilibatkan adalah tim geofisika, geologi dan tim pemantau drone. Pihaknya bersama intansi terkait juga bekerja sama mendirikan posko tanggap darurat di lokasi tersebut. ”Sehingga tindak lanjutnya seperti apa kita masih menunggu hasil kajian,” tambahnya.

Secara pasti, ia belum bisa menjelaskan penyebab munculnya retakan di rumah warga. Beberapa dugaan awal jika terjadi potensi seperti itu bisa disebabkan peristiwa patahan lempeng bumi maupun geseran tanah. ”Kita belum tahu penyebabnya apa. Jadi saat ini kita bukakan posko pendampingan, pemantauan serta penelitian di sana,” tegasnya.

Dari penelitian itu, baru nanti akan dilakukan tindak lanjut secara konkret. Misalnya, jika terjadi patahan lempeng bumi dan direkomendasikan agar melakukan evakuasi, maka pemkab akan mengkoordinasikan saran itu. Namun, jika terjadi geseran tanah dan direkomendasikan membangun tembok penahan tanah (TPT) maka akan segera dilakukan. ”Untuk sementara, sembari melakukan pendampingan kita juga siap dengan segala potensi dan situasi di sana,” jelas dia.

Catatan BPBD Jombang, total ada 11 rumah yang mengalami retak-retak. Tingkat kerusakan masing-masing rumah tak sama. Ada yang mengalami keretakan 2-10 cm. ”Memang kondisinya tak sama antara satu dengan yang lain,” jelas dia.

Di sisi lain, BPBD mengimbau warga tetap waspada. Khususnya jika terjadi curah hujan dengan intensitas hujan tinggi lebih dari 2 jam maka warga diimbau keluar rumah untuk menuju posko yang disediakan. ”Harapan kami warga juga tanggap terhadap segala situasi yang akan terjadii,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW
#Jumok #Evakuasi #Jombang #Sambirejo #Rumah Retak #Penelitian. Tunggu hasil Penelitian #Wonosalam