Pagi masih baru beranjak. Namun Nurfansyah sudah sibuk merawat ratusan kaktus di depan rumahnya kemarin. Ratusan kaktus berbagai jenis itu ditempatkan dalam sebuat pot-pot kecil. Tak jarang beberapa katus diberi pupuk hingga dipindah ke wadah yang lebih besar. Ya, itulah kegiatan Nurfansyah setiap pagi. Ia fokus membudidayakan kaktus sejak 2018 lalu.
Ada ratusan jenis kaktus yang dibudidayakan Nurfansyah. Mulai jenis god ji, pikachu, KT 10, scarlate, salmon, turmalin, sarika, orenji, batman, sub mongkol siam, rasta, nabi, toraba, pink giant, wing insect, pink shadow, taiwan, sos, gino kalisium, moon radios, lava chese, red monkey, papaya, pirate ring, rose, rosgem hingga jenis langka asal Thailand. Sebagian kaktus sengaja diberi nama dan label untuk memudahkan pencarian. ”Saya memulai budi daya kaktus hias ini sejak 2018,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (28/5).
Ia menceritakan, ketertarikan dirinya membudidayakan kaktus berawal dari istrinya. Kala itu, istrinya sedang ngebet ingin menanam kaktus. Dengan sigap, ia pun membelikan istrinya beberapa jenis kaktus. Karena kepincut warna dan jenisnya yang beragam, akhirnya ia memulai membudidayakan kaktus lokal hingga berlanjut memburu kaktus jenis luar negeri. ”Kemudian sejak memasuki Covid-19 permintaan kaktus naik drastis. Akhirnya sampai sekarang saya tekuni,” tambahnya.
Total ada 600-an tanaman kaktus di rumahnya. Dari jumlah itu, ia membudidayakan 400 jenis berbeda. Mulai jenis lokal hingga kaktus dari Thailand. Soal harga, ia mengikuti tren pasaran, yakni mulai Rp 50 ribu untuk jenis lokal hingga Rp 10 juta untuk jenis Thailand. ”Pemasaran selama ini lebih banyak mengandalkan online. Dan sudah terjual hingga Papua, Sumatera, Medan, Surabaya, Jakarta dan kota-kota lain,” jelas dia.
Dibandingkan pandemi lalu, penghasilan Nurfansyah dari budi daya kaktus hias memang menurun. Namun, ia mengaku dalam sebulan masih bisa mendapatkan pendapatan sekitar Rp 5-Rp 10 juta. ”Waktu Covid-19 sehari bisa Rp 2 juta atau kisaran Rp 30 juta per bulan,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW