Kepala Dinas Peternakan Jombang, Agus Susilo Sugioto, mengatakan, hingga saat ini masih menunggu pengiriman vaksin dari pemerintah pusat. ”Belum ada jawaban, namun kita tetap berupaya mengatasi dengan pemberian vitamin dan antibiotik yang kita bantukan kepada peternak sapi,” terang Agus kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dari total 70.000 ekor populasi sapi di Jombang, telah ada 3.160 ekor sapi yang mendapat vaksin LSD. Jumlah itu terdiri dari sapi perah sejumlah 2.890 ekor, sapi potong 270 ekor pada bulan Desember 2022 dan Januari 2023. ”Sebagian besar di Wonosalam,” jelasnya.
Sapi perah menjadi prioritas pemberian vaksin sebab sapi jenis ini sangat berisiko jika terjangkit LSD. ”Proses penyembuhan sapi perah lama jika sampai terjangkit LSD. Hal itu bisa mempengaruhi produksi susu. Untuk itu, kemarin kita prioritaskan,” jelasnya.
Agus mengakui, meski sebagian sapi perah di Wonosalam telah mendapat vaksinasi LSD, namun tak menutup kemungkinan wilayah itu akan ikut terpapar. Pasalnya, data di lapangan sudah ada delapan ekor yang terjangkit. ”Di Wonosalam sudah ada delapan ekor yang terjangkit. Namun saat ini sudah berangsur sembuh,’’ paparnya.
Agus mengaku, begitu menerima laporan adanya sapi terjangkit LSD, pihaknya langsung turun ke lokasi. ”Upaya penyemprotan cairan disinfektan di kandang peternak, kemudian dilanjutkan pemberian vitamin dan antibiotik kita lakukan untuk mengatasi LSD,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW