”Dari hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas sopir mengalami hipertensi,’’ ujar Arifudin salah satu petugas kesehatan dari Dinkes Jombang. Penyebab utama karena jam istirahat para sopir terbatas. Menurutnya, sopir rata-rata istirahat hanya 2 jam dalam sehari. Padahal, normalnya istirahat yang cukup adalah 8-10 jam.
”Sehingga berdampak pada kesehatannya,’’ tambahnya. Dari temuan itulah ia merekomendasikan agar sopir menambah jam istirahat serta melakukan kontrol rutin ke puskesmas terdekat. ”Kita juga berikan bantuan obat kepada sopir bus yang hipertensi,’’ tegasnya.
Operasi yang berlangsung sekitar 1 jam itu berhasil mengamankan 11 bus. Baik bus antar kota dalam provinsi maupun antar kota antar provinsi. Petugas juga mengecek seluruh komponen di dalam bus. Baik kondisi ban, lampu kendaran, klakson hingga kondisi wiper.
Selain bus umum, ada beberapa bus peziarah yang tak luput dari pemeriksaan. ”Sesuai imbauan pusat, kegiatan ini untuk memastikan kelayakan dan kesehatan pengemudi,’’ ujar Kepala Dishub Jombang Budi Winarno, kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dari hasil pemeriksaan itu, ditemukan tiga bus yang menggunakan ban kanisiran. Selanjutnya, PO tiga bus yang menggunakan ban kanisiran itu akan diberi surat untuk memperhatikan kondisi ban kendaraan. “Hal ini demi keselamatan penumpang saat mudik lebaran nanti,’’ jelas dia.
Pihaknya juga memberikan obat-obatan kepada sopir yang terindikasi mengalami hipertensi. ”Kita berikan bantuan obat, harapannya dapat menurunkan tensi darah tinggi,’’ pungkasnya. (ang/bin/riz) Editor : Achmad RW