Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Warung Nasi Kuning Legendaris di Jombang Ini Bisa Jadi Pilihan Santap Sahur

Achmad RW • Minggu, 2 April 2023 | 13:00 WIB
Supiyati, sedang meracik nasi kuning pesanan pelanggan di warung yang berada di dapur rumahnya.
Supiyati, sedang meracik nasi kuning pesanan pelanggan di warung yang berada di dapur rumahnya.
JOMBANG - Sebuah warung nasi kuning di Dusun Kabunan, Desa Kebontemu, Kecamatan Peterongan, Jombang ini bisa jadi pilihan santap sahur. Meski berada di pelosok desa, dan hanya buka saat tengah malam, warung ini tak pernah sepi pembeli.

Lokasi warung ini, memang bisa dibilang cukup tersembunyi. Jauh dj dalam perkampungan. Jaraknya sekitar 1 kilometer dari Jalur Arteri Nasional Jl Mastrip.
Selain lokasinya yang tersembunyi, warung ini juga tak nampak laiknya warung nasi pada umumnya.

Tak ada ruangan khusus yang jadi warung. Seluruh transaksi dan pemesanan dilakukan di dapur rumah pemiliknya. Sementara pembeli, bisa memesan nasi untum dibungkus. Atau jika ingin makan di tempat, ada halaman rumah yang disulap jadi tempat makan dengan beberapa meja kecil.

"Ya memang begini warungnya sejak saya buka dan jual nasi kuning 30 tahun lalu," terang Supiyati, 67, pemilik warung.

Supiyati bersama suaminya awalnya membuat kue basah untuk dijajakan ke Terminal Kepuhsari, Jombang. Seiring berjalannya waktu, peminat kue basah mulai menghilang. Sehingga 30 tahun lalu, ia memutuskan untuk mulai merintis usaha nasi kuning.

Ia juga membuka warungnya mulai pukul 00.30 - 04.00 WIB. "Bukanya selalu malam karena melayani pedagang juga dulu itu, dan sampai hari ini ya bukanya selalu malam," lanjutnya.

Nasi kuning racikan Supiyati ini, seperti nasi kuning pada umumnya. Yaitu nasi kuning dengan lauk ayam bumbu bali, serundeng, mie goreng, sambel goreng kering tempe dan lalapan mentimun.

Nasi kuning milik Supiyati ini bertekstur pera seperti nasi goreng. Meski begitu, rasanya cukup gurih karena bumbu kuning yang diracik khusus oleh Supiyati. Saat disajikan, aroma harum dari nasi kuning ini langsung terasa.

Sedangkan lauk ayam bumbu balinya terasa pedas dan gurih. Ditambah lagi tekstur kremes dari tempe kering dan serundeng yang menjadi pelengkap membuat nasi kuning semakin gurih di lidah. "Bisa miluh mau pakai ayam bali, atau mau pakai lauk telur dadar goreng," imbuhnya.

Dengan menu komplit itu, Supiyati membandrolnya hanya Rp 10 ribu saja. Harga yang tergolong murah dengan menu komplit seperti itu membuatnya diburu oleh pengunjung. Terlebih lagi ketika waktu sahur tiba, sebab warung nasi kuning Supiyati ini buka saat dini hari.

"Kalau malam minggu gini bisa habis 35 Kg nasi kuning, kalau hari biasa 20 Kg. Kalau dapatnya hari minggu bisa dapat Rp 3 juta lebih, kalau sepi hari biasa Rp 2 - 2,5 juta," tandasnya.

Meski jauh dari pusat kota dan agak sulit ditemukan, rupanya warung nasi kuning ini cukup banyak yang memburunya. Salah satunya Riski, 30, warga Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang.

Riski bersama tiga temannya rela malam-malam menembus jalan perkampungan demi menikmati nasi kuning racikan Supiyati. Ia mengatakan, kerap makan nasi kuning tersebut saat waktu sahur di bulan Ramadhan. "Sering ke sini, apalagi waktu puasa buat makan sahur. Suasananya enak, kan di tengah perkampungan ya. Vibesnya beda gitu," pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW
#Kabunan #kebon Temu #peterongan #Menu Sahur #Jombang #Pilihan Sahur #Wisata kuliner #Nasi Kuning #legendaris #Warung Makan #Kuliner Malam #kuliner