Belasan remaja hingga orang dewasa nampak duduk bersila di antara ansamble. Perpaduan beberapa alat musik seperti gambang, gendang dan gong ini tertata apik di kantor Balai Desa Tanjungwadung. Mereka terlihat fokus menabuh gamelan di depannya. Ada yang memegang saron, demung, bonang, hingga gong.
Lantunan bunyi yang dihasilkan dari beberapat alat musik ini terdengar apik. Perpaduan gambang, gendang dan gong memiliki sistem nada non diatonis yang menyajikan suara indah jika dimainkan secara harmonis. Semua mengiringi lagu yang dinyanyikan sinden. Ya, setiap ada kegiatan di Desa Tanjungwadung, pertunjukan gamelan tak pernah lepas.
Menurut Wisnu Hartoko salah satu perangkat desa, musik gamelan di Desa Tanjungwadung merupakan musik turun temurun dari nenek moyang terdahulu. Bahkan, leluhurnya banyak yang menjadi pengrawit. Agar tidak punah, musik gamelan kemudian terus dilestarikan. ”Jadi ada latihan sendiri remaja dan orang-orang yang mau berlatih,” katanya.
Hal ini dilakukan untuk regenerasi pengrawit sekaligus sinden yang ada di desanya. Jangan sampai tidak ada penerus yang menjadi pengrawit. ”Jadi setiap dua minggu sekali, kadang juga sampai tiga kali ada latihan,” beber dia.
Tak hanya mengikuti latihan, mereka juga diikutsertakan tanggapan ke luar atau bila di desa sendiri ada kegiatan besar. ”Biasanya kalau ada tamu dari kabupaten atau kegiatan di desa seperti sekarang lomba kloase. Sebagai hiburannya ya pertunjukan gamelan. Yang bermain warga sini sendiri,” katanya.
Lebih dari itu, pertunjukan gamelan juga pernah disewa warga sekitar. ”Kadang juga ada job seperti ada acara mantenan tasyakuran atau khitanan. Anak-anak ini yang kami ajak,” imbuh dia.
Wisnu sendiri mengaku, di wilayah utara Brantas ini pertunjukan musik gamelan dan sekarang masih mempunyai banyak peminat. Sehingga, masih ada panggilan untuk melakukan pertunjukan. ”Ramai-ramainya bulan 1 sampai bulan 5 itu acara mantenan,” ungkapnya.
Dengan mengikuti job ini para remaja terlihat lebih bersemangat. Karena tidak hanya melulu latihan. ”Kalau ikut job seperti ini para remaja lebih bersemangat untuk latihan. Karena mereka merasa akan dilihat banyak orang, jadi harus bermain dengan bagus,” pungkas dia. (yan/bin/riz) Editor : Achmad RW