Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hari Jadi ke 112, Pemkab Launching Busana Khas 'Jombang Deles'

Achmad RW • Sabtu, 22 Oktober 2022 | 14:01 WIB
Busana Khas Jombang Deles yang dilaunching saat perayaan Hari jadi Pemkab Jombang 112 kemarin
Busana Khas Jombang Deles yang dilaunching saat perayaan Hari jadi Pemkab Jombang 112 kemarin
JOMBANG - Upacara peringatan Hari Jadi Pemkab Jombang ke-112, HUT Provinsi Jawa Timur ke-77 dan Hari Santri Nasional, terlihat berbeda kemarin (21/10). Ini setelah diluncurkan busana khas Jombang deles. Bupati Mundjidah Wahab dan Wabup Sumrambah tampak terlihat menggunakan batik penuh makna perpaduan warna ijo (hijau) abang (merah) tersebut.

“Busana khas Jombang deles ini memaknai pakaian daerah yang melambangkan Kabupaten Jombang, perpaduan warna batik ijo abang yang melambangkan khas Jombang,” ujar Bupati Mundjidah Wahab, kemarin.

Menurutnya, busana khas tersebut mencakup semua makna kebudayaan dan lambang Kota Santri. “Busana batik khas ini sarat nilai sejarah, filosofi dan latar belakang,” jelas orang nomor satu di Jombang.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan Hari Jadi Pemkab Jombang merupakan jati diri daerah yang perlu dihormati, dilestarikan dan diperingati oleh seluruh lapisan masyarakat. "Untuk menumbuhkan semangat patriotisme, kesatuan bangsa, kemandirian, suri tauladan dan nilai luhur para pendahulu bagi generasi muda untuk mencapai cita-cita bangsa,” katanya.

Nilai luhur yang diwariskan, lanjut bupati, dari pendahulu untuk menguatkan jati diri masyarakat Jombang. Sehingga disepakati tanggal 21 Oktober sebagai Hari Jadi Pemkab Jombang. Kesepakatan tersebut diambil dari beberapa opsi dan bukti dokumen otentik yang terdapat pada dokumen pemerintah Hindia Belanda Nomor 553 tentang Penghapusan Kabupaten Sidayu dan Pemecahan Kabupaten Mojokerto menjadi Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang pada tahun 1910.

Sebelumnya, malam tasyakuran digelar di Alun alun Jombang, Kamis (20/10) malam. Selain santunan anak yatim dan potong tumpeng yang diikuti Bupati Mundjidah Wahab, Wabup Sumrambah, jajaran Forkopimda, OPD, pemerintah desa, dan perwakilan organisasi masyarakat. Ada pula ceramah agama  dengan menghadirkan pendakwah KH Anwar Zahid.

“Mudah-mudahan pemerintahan dan masyarakatnya semua diberikan kemakmuran dari Allah SWT, kebahagian, kedamaian, rukun, gotong royong, kebersamaan unuk membangun Jombang lebih baik dan barokah,” ucapnya.

Selanjutnya, menetapkan Jombang sebagai Kota Santri yang semula Jombang Beriman. Perubahan ini dengan mengundang ahli dari Unair untuk dilakukan kajian dan menyesuaian Jombang Kota Santri. "Kota Santri (santun, tertib, religius dan inovatif),” tegas Mundjidah. Di usia ke-112 ini, pihaknya  berharap jadi momentum meningkatkan kebersamaan dan membangun Jombang lebih baik, bermartabat, berkarakter dan berdaya saing. (tik/bin/riz) Editor : Achmad RW
#Jombang #batik #Pemkab Jombang #Hari jadi Pemkab Jombang 112 #busana khas #baju khas #pakaian #jombang delesa