Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ekskavasi Situs Mbah Blawu Temukan Sumuran Candi, Tapi Peripih Sudah Hilang

Achmad RW • Selasa, 18 Oktober 2022 | 14:36 WIB
Pahadi menunjukkan lubang bekas kerukan penjarah peripih di tembok pinggir sumur candi
Pahadi menunjukkan lubang bekas kerukan penjarah peripih di tembok pinggir sumur candi
JOMBANG – Ekskavasi tahap dua situs Mbah Blawu di Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, akhirnya berhasil mengungkap bangunan inti candi, yakni sumuran candi. Sayang, setelah digali, isi dari sumuran ini sudah raib dan ditemukan bekas perusakan dan penjarahan.

”Di tahap dua ini, kita menemukan sesuatu yang luar biasa, karena sudah menemukan sumuran candi,” ungkap Pahadi, Arkeolog BPK Wilayah XI Jatim.

Pahadi menjelaskan, sumuran ini terletak di bagian tengah candi, tepat di samping timur kijing makam yang diyakini milik Mbah Blawu. Sumuran candi ini, berbentuk persegi dengan ukuran 1,5 meter di setiap sisinya. ”Untuk kedalaman sumur yang sudah berhasil digali sedalam 3 meter, ada 26 lapis batu bata merah, tapi belum menemukan titik dasarnya,” imbuh koordianator kegiatan ekskavasi ini.

Dalam kedalaman ini, tim ekskavasi menemukan sebuah batuan andesit berbentuk lonjong berukuran 70x54 sentimeter. Pada bagian tengah atas batu itu, terpahat lubang berbentuk persegi berukuran 22x22 sentimeter. ”Lubang inilah yang kami duga adalah wadah atau dudukan peripih, karena umumnya di dalam sumuran candi ini biasanya memang diletakkan peripihnya,” lanjutnya.

Peripih sendiri, adalah benda paling sakral di dalam sebuah Candi. Pahadi menerangkan, peripih ini biasanya dibuat dari bahan batu andesit maupun terakota. Benda ini, biasanya diisi perhiasan atau hal yang dianggap berharga yang berfungsi menarik sakral di sekitar candi. Makin berharga isi peripih, makin mulia dan suci pula bangunan candi itu.

Namun sayang, dalam ekskavasi kemarin, peripih itu tak ditemukan. Diduga kuat, peripih yang juga berbentuk persegi itu telah dijarah dan diambil di masa lampau. Hal itu, dikuatkan dengan ditemukannya bekas lubang di samping dinding sumuran candi. ”Di dinding timur dan barat sumuran candi, ditemukan bekas lubang. Kemungkinan dulu ada penjarah yang menggangsir dari pinggir, kemudian mengambil peripihnya,” tambah Pahadi.

Seperti diberitakan sebelumnya, ekskavasi situs Mbah Blawu tahap dua dimulai sejak 10 Oktober lalu dan direncanakan berlangsung hingga 21 Oktober 2022. Dalam tahap ke dua ini, tim berupaya menampilkan seluruh bagian candi yang tertimbun di bawah tanah. Hingga kini, baru tiga sisi candi yang sudah terbuka, yakni sisi timur, selatan dan barat. (riz/naz/riz)

  Editor : Achmad RW
#sumuran candi #Jombang #Ekskavasi #dudukan peripih #Jogoroto #sukosari #situs mbah blawu