Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Terendam Air Enam Hari, Jagung Petani Layu Hingga Terancam Merugi

Achmad RW • Selasa, 11 Oktober 2022 | 13:00 WIB
Sujito menunjukkan tanaman jagungnya yang mulai layu usai diguyur hujan dan batangnya terendam air.
Sujito menunjukkan tanaman jagungnya yang mulai layu usai diguyur hujan dan batangnya terendam air.
JOMBANG - Sejumlah petani jagung di Desa Dapurkejambon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, beberapa hari belakangan merasa sumpek. Ini setelah kondisi tanaman jagung mereka mulai layu sampai mati setelah hampir seminggu tergenang air hujan.

Salah satunya dirasakan Sujito, 60, salah seorang petani yang terlihat sedang memasang selang diesel di sawah, Senin (10/10) pagi. Ia, terlihat menyedot air dari dalam sawah, untuk dialirkan ke saluran irigasi di pinggirnya. “Ini sudah beberapa hari disedot untuk mengurangi air, tapi karena hujannya deras terus, jadi masih banyak air di dalam sawah,” terangnya.

Jito menjelaskan, hujan yang makin sering datang sepekan terakhir, membuat sejumlah petani jagung gusar. Banyak tanaman jagung mereka yang mulai layu karena terlalu banyak air. “Ya, sudah mulai ada yang layu, sebelah itu malah banyak yang mati. Jagung kan memang tidak bisa terlalu banyak air,” ungkap dia.

Padahal, tanaman miliknya ini merupakan tanam kedua tahun ini. Sebenarnya, Sujito sudah menanam jagung beberapa bulan lalu, namun mati karena hujan turun saat tanaman jagung masih kecil. “La ini sudah diganti, usia sudah 70 hari ke atas kok malah hujan lagi, alamat rugi kalau begini,” tambahnya.

Padahal, tanaman jagung miliknya sudah mulai muncul buah. Sebulan lagi, jika kondisi normal ia sudah bisa memanen. Namun karena serangan hujan, ia hanya bisa pasrah dan berharap kebagian hasil. “Kalau yang besar buahnya mungkin masih bisa berisi, tapi kalau yang masih kecil begitu itu, ya jelas amblas,” ungkapnya.

Produktifitas sawahnya pun dipastikan menurun karena intensitas hujan cukup tinggi. Jika dalam kondisi normal dengan luas sawah 7.000 meter persegi (banon 500, Red), ia mengaku bisa mendapat 7 ton jagung. Sebaliknya, dengan kondisi sekarang ini ia tak berharap banyak. “Kalau sudah begini ya bisa dapat separo saja sudah bagus. Untung sudah tidak mungkin,” lontar Jito.

Ia berharap, ada bantuan dari pemerintah karena kondisi cuaca yang tidak menentu ini. Terlebih ia pun sudah pasrah lantaran tak mungkin dapat untung dari tanaman jagung. “Ya harapannya ada bantuan, minimal bisa buat modal lagi untuk tanam selanjutnya,” pungkas dia. (riz/bin/riz) Editor : Achmad RW
#sawah tergenang #petani #dapurkejambon #Jombang #Pertanian #jagung layu #Hujan Deras #petani jagung