Kepala DLH Jombang Miftahul Ulum mengaku sudah mengetahui perihal keluhan yang lahannya terdampak limbah salah satu pabrik di wilayah Desa Betek, Kecamatan Mojoagung. ”Menyikapi itu, kita segera terjunkan tim untuk cek verifikasi lapangan (verlap) agar kami bener-bener tahu potret kejadian dan limbah yang ada di lokasi,” tandas Ulum kepada Jawa Pos Radar Jombang (19/9) kemarin.
Setelah pengecekan, nantinya hasilnya akan dilakukan kajian oleh tim untuk menentukan langkah-langkah tindak lanjut. ”Hasil seperti apa, sebagai dasar kita melangkah,” bebernya.
Apakah tim juga akan menelisik status perizinan pabrik, Ulum menyebut tim juga akan melihat status perizinan. ”Termasuk dokumen perizinan juga akan kita tanyakan,” tandas Ulum.
Seperti diberitakan sebelumnya, Agus Dahlan, warga Desa Betek, Kecamatan Mojoagung mengeluhkan aktivitas salah satu pabrik pengolahan kayu di wilayahnya. Pasalnya, sebagian limbah pabrik diduga milik PT LKAS masuk ke lahan pertaniannya. Diduga akibat cerobong pabrik rusak.
Meski sudah beberapa kali dikomplain, namun belum ada tindak lanjut serius dari pihak perusahaan. Sementara itu, limbah sisa pengolahan kayu semakin menumpuk di lahan pertaniannya, sehingga menganggu aktivitas warga bercocok tanam termasuk berdampak pada hasil panen. Warga berharap pihak perusahaan bertanggung jawab membersihkan lahannya dari limbah. (naz/riz) Editor : Achmad RW