”Getaran nggak sampai besar. Ya bukan karena faktor itu (pemancangan, Red),” ujar Syaiful Zaki, pelaksana lapangan dari CV Dhana Pratama kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Menurut dia, adanya aktivitas pemancangan tak berpengaruh ke bangunan di sekitaran lokasi proyek. Hingga memunculkan retakan. Alasannya, getaran dari proses pemancangan tak begitu besar. ”Jadi sampai sekarang pemancangan tetap berlanjut dan ini hampir selesai, tinggal pembuatan tanggul baru,” kata Zaki.
Disinggung terkait tindak lanjut yang dilakukan pelaksana proyek, Zaki menyebut hingga saat ini belum menerima secara langsung keluhan warga akibat aktivitas pekerjaan itu. ”Sampai saat ini belum ada (warga, Red) yang komplain ke kita. Hanya dampak debu saja kemarin,” imbuh dia.
Meski demikian, pihaknya bakal menindaklanjuti adanya keluhan itu. ”Ya akan kita tindaklanjuti lagi. Karena kemarin hanya debu itu saja, sekarang sudah kita antisipasi dengan penyiraman,” kata Zaki.
Sementara itu, pantauan di lokasi, papan proyek terpasang di antara tanggul yang tengah digarap. Beberapa tiang pancang tergeletak di lokasi termasuk dua alat berat juga berada di lokasi proyek.
Untuk diketahui, sesuai pagu, proyek rehabilitasi tanggul Kali Brantas Desa Jatiduwur, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang milik Kementerian PUPR dianggarkan sebesar Rp 11 miliar. Hasil lelang, CV Dhana Pratama ditetapkan sebagai pemenang dengan harga penawaran sebesar Rp 6,9 miliar. Dan supervisi dari PT Gumilang Sejati. Waktu pelaksanaan selama 180 hari kalender. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW