Sejumlah anak-anak di Desa/Kecamatan Bareng terlihat berkumpul di samping rumah. Semula satu dua anak. Tak berselang lama, seperti sudah terkomando, enam anak berkumpul dari berbagai gang. Berkaos oblong dengan kaki telanjang. Masing-masing membawa kekehan di tangan kanan. Sementara tangan kiri membawa tali yang digunakan untuk bermain gasing.
Ya, permainan tradisional ini sangat murah. Tidak menguras kocek tinggi. Siapa saja yang akan bermain gasing, di Jombang gasing lebih dikenal dengan istilah kekehan. "Kekehan sendiri dibuat dari kayu berukuran sedang," kata Samiaji, warga Dusun Kedungwinong, Desa/Kecamatan Bareng.
Biasanya, lanjut dia, kayu yang bisa dibuat kekehan adalah jenis kayu kopi, mahoni dan mangga. Jenis kayu lain juga bisa dibuat menjadi kekehan. Namun, pembuatannya harus lebih rapi agar kekehan bisa berputar seimbang. Di bagian bawah kayu yang sudah dibentuk menjadi oval itu, diberi paku khusus. Tujuannya, agar kekehan bisa memutar sempurna.
Untuk memainkan gasing juga tidak sulit. Gasing hanya diputar menggunakan tali. Permainan tradisional ini bisa dilakukan secara berkelompok atau satu lawan satu. Seperti yang terlihat di halaman samping salah satu rumah warga, kemarin. Gelak tawa langsung pecah manakala gasing yang diputar, ternyata berhenti duluan.
"Saat kekehan dipukul tetap berputar itulah pemenangnya. Lebih seru mainan gasing daripada HP,” sahut Satria salah seorang anak yang bermain gasing. Bermain gasing menurutnya bisa tertawa bersama-sama dengan teman-temannya. Terlebih, permainannya gratis tidak memerlukan uang.
”Kalau mainan HP kan perlu beli pulsa,” bebernya. Tak heran, Satria bersama enam temannya dari pagi sampai siang bermain gasing. ”Setiap pagi mainan gasing sampai siang di rumah,” sahut Farid, anak lainnya. Ia berpandangan, bermain gasing tidak membosankan. Di setiap permainan ada keseruan tersendiri karena perlu jeli, terampil dan punyak taktik saat bermain.
Samiaji menambahkan, warga sekitar bisa turut serta melestarikan permainan gasing ini. Minimal mewariskan cara bermain gasing kepada anak cucu. Permainan tradisional ini bisa dikenalkan kepada anak-anak sejak kecil. "Agar tidak kecanduan dengan bermain HP,” pungkasnya. (yan/bin/riz)
Editor : Achmad RW