Seperti yang terlihat Minggu (12/6) kemarin. Di sepanjang jalan ini, banyak permukaan aspal sudah rusak parah. Di sejumlah titiknya timbul kubangan air bercampur lumpur. ”Ini sudah bertahun-tahun rusaknya, tapi tidak diperbaiki. Kondisinya sekarang semakin parah,” terang Suwani, 56, warga di lokasi.
Dikatakan, jalan ini merupakan akses penghubung wilayah Desa Rejosopinggir menuju Desa Tengaran, Kecamatan Peterongan. ”Ini kalau ke selatan bisa tembus Terminal Jombang. Warga dari utara Brantas banyak yang lewat sini kalau mau ke Peterongan,” tambahnya.
Sebenarnya warga sini sudah sering mengeluhkan kerusakan jalan, namun hingga kini tak kunjung ada perbaikan. ”Orang sini banyak yang ngeluh, apalagi kalau malam hari lewat sini jalannya gelap, apalagi jalannya rusak parah. Itu campur lumpur jadi licin,” bebernya.
Ditanya faktor kerusakan jalan, Suwani tak mengetahui pasti. Hanya sepengetahuan dirinya, dulunya jalan ini digunakan akses kendaraan pengangkut material pembangunan jalan tol. ”Dulunya juga aspal, tapi sekarang jadi rusak berat. Dulu kan buat lewat truk-truk waktu pembangunan tol, tapi tidak diperbaiki, cuma diuruk saja sama tanah” imbuhnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kades Rejosopinggir Yoyok Suprianto membenarkan kerusakan jalan di desanya itu. Dia mengaku sudah sering mengajukan program perbaikan jalan, namun hingga kini masih terus dijanjikan. ”Kondisinya rusak parah, dan setiap tahun pasti diajukan sebenarnya, cuma masih nunggu giliran mungkin,” ucap Yoyok.
Dari informasi yang dia terima, perbaikan akan dilakukan tahun depan. ”Katanya kemarin waktu rapat di Jombang mau ditangani tahun 2023, ya semoga saja,” pungkasnya. (riz/naz) Editor : Achmad RW