“Korban itu datang ke musala sini sejak Jumat (27/5) dini hari sekitar pukul 01.00 ke musala ini, terus tidur di dalam musala,” ungkap Yoyok, 40 marbot musala. Beberapa menit setelah tidur di dalam musala, Fauzi tiba-tiba saja keluar dan muntah-muntah di depan musala. Setelah itu, ia kembali tidur di teras musala.
Yoyok juga mengungkap, sebelum ditemukan meninggal, Fauzi sempat berupaya meminta tolong dengan berteriak kepada warga. Namun, tak ada yang menolongnya. Warga, akhirnya menemukan jasad Fauzi sudah tergeletak di tangga musala sekitar pukul 04.00. “Jadi ya tidak ada yang tahu, ditemukan sudah meninggal pas subuh,” lanjutnya.
Fauzi sendiri, disebut Yoyok adalah peziarah yang datang ke Makam Sayyid Sulaiman. Ia, juga dikenalnya sebagai salah satu peziarah yang rutin mengunjungi makam itu. “Setiap malam jumat pasti ke sini, ya nyekar itu biasanya,” lanjutnya.
Meninggalnya peziarah asal Surabaya itu, akhirnya dilaporkan petugas kepolisian yang datang kemudian. Polisi, mengidentifikasi jenazah korban dan membawanya ke rumah sakit sekitar pukul 08.00. “Dari hasil visum luar, tidak ditemukan bekas tanda penganiayaan di tubuh korban, dugaannya sakit,” terang Kapolsek Mojoagung Kompol Purwo Atmojo Rumantyo saat dikonfirmasi (27/5).
Purwo juga menjelaskan, dugaan penyebab kematian itu dikuatkan kesaksian keluarga korban yang datang mengambil janzah. Pihak keluarga, mengaku jika Fauzi sebelumnya memang punya riwayat stroke. “Karena keluarga tidak menghendaki adanya otopsi, jenazah langsung diserahkan untuk dimakamkan,” pungkasnya. (riz) Editor : Achmad RW