Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi menuturkan, hasil rapat koordinasi terakhir dilakukan pemkab, proyek itu tahun ini dilanjutkan. Berada di empat desa di Kecamatan Diwek. ”Jadi untuk Pariterong akan dilanjutkan lagi setelah Lebaran,” kata Bayu kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Dari empat desa itu, dua di antaranya di Desa Brambang dan Desa Pundong. Dikatakan, bakal ada sebagian aset pemkab yang turut terdampak. ”Untuk aset pemerintah daerah ini yang kena jalan. Ada beberapa yang harus crossing jalan,” imbuh dia.
Menurutnya, itu diketahui, dari gambar yang sudah dipaparkan beberapa waktu lalu. Namun, sementara ini belum diputuskan sejauhmana teknis pekerjaan hingga hasil penghitungan. ”Sementara masih penyusunan, kalau sudah selesai akan ada agenda audiensi dengan kabupaten. Jadi, mereka melakukan pengukuran ulang di lapangan berdasarkan penghitungan kondisi sekarang sebelum pekerjaan dimulai,” ujar Bayu.
Sehingga lanjut dia, sementara ini dia belum bisa memastikan seperti apa pekerjaan yang bakal berdampak ke jalan kabupaten. ”Kami sudah ditunjukkan gambarnya, setelah penyusunan itu akan ada koordinasi dengan kita lagi. Termasuk teknis pekerjaanya, lalu pengalihan arus bagaimana akan dibahas lagi,” tutur Bayu.
Kendati begitu, dikatakan sosialisasi di salah satu desa sudah dilakukan. ”Di Desa Brambang kemarin sudah sosialisasi. Titiknya nanti ada empat desa di Kecamatan Diwek,” kata Bayu.
Seperti diketahui, proyek Pariterong sudah lama tak ada kejelasan progres. Pembangunan kemudian dilanjutkan pada 2018 lalu. Proyek Kementerian PUPR Dirjen Sumber Daya Air dengan Satker BBWS Brantas ini bernama Peningkatan Jaringan Irigasi Peterongan di Mrican Kanan Jombang. Proyek ini menyedot anggaran Rp 14,3 miliar dari APBN dan dibangun sejak 13 Februari 2018 dengan kontrak selama 300 hari. Editor : Achmad RW