”Jadi sampai dengan hari ini ada 1.257 kantong darah, ujar Sunarko Kabag Pelayanan UTD PMI Jombang, kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (25/4). Dari ribuan stok kantong darah itu ada beberapa kategori golongan darah yang tersedia. Misalnya kategori darah sehat golongan A saat ini tersedia 195 kantong, golongan darah B tersedia 245 kantong, AB 79 kantong dan O 399 kantong.
Selain itu, ada beberapa kategori lain seperti ketersediaan trombosit untuk pasien demam berdarah juga cukup banyak. ”Namun yang paling banyak dibutuhkan adalah golongan darah O, saat ini tersedia cukup banyak mencapai 399 kantong, tambahnya.
Dalam sehari, jumlah kebutuhan darah yang keluar dari kantor UTD PMI mencapai ratusan kantong. Selain rumah sakit yang ada di Jombang, pihaknya juga melayani permintaan dari rumah sakit luar daerah. Seperti Ngimbang Lamongan dengan jumlah kisaran 300 kantong setiap bulan. ”Kalau di Jombang yang butuh paling banyak RSUD Jombang antara 25-50 kantong. Atau rata rata per bulan 700 kantong, jelas dia.
Selama ramadan, ia menyebut layanan donor darah terus dibuka. Bahkan, untuk menarik antusiasme pendonor pihaknya menyediakan paket sembako untuk 40 pendonor pertama. ”Selain itu kita juga rutin melakukan donor darah masal di tempat umum, sekolah dan pabrik, jelasnya lagi.
Selama ramadan, pihaknya bisa mendapatkan 1.000 kantong darah. Dia menarget bisa mendapat 1.400 kantong darah sampai akhir bulan ini. ”Sehingga untuk kebutuhan darah selama lebaran Insya Allah tercukupi, tandas Sunarko.
Dijelaskannya, ketersediaan darah di UTD PMI Jombang bisa disimpan paling lama hingga satu bulan. Dengan catatan, darah tersebut tetap berada di blood bank dengan suhu yang sudah disesuaikan. Misalnya, untuk darah sehat ditempatkan pada suhu 2-6 derejat celcius. Dan trombosit dengan suhu penyimpanan 22 derajat celcius.
”Untuk kategori darah sehat masa pakai bisa sampai 35 hari, sedangkan trombosit bisa 5 hari, pungkasnya. Editor : M Nasikhuddin