Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 1.406: Keutamaan Niat Mukmin

Rojiful Mamduh • Sabtu, 9 April 2022 | 15:19 WIB
Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong)
Pengasuh PP Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong)
Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (6/4), Pengasuh Pesantren Falahul Muhibbin, Watugaluh, Diwek, KH Nurhadi (Mbah Bolong), menjelaskan pentingnya niat. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam dawuh; Niat orang mukmin itu lebih utama dibanding amalnya,’’ tuturnya.

Mbah Bolong cerita, suatu ketika sahabat Umar bin Khattab radiyallahu anhu berniat akan menggali sumur pada esok hari. Keesokan harinya, ternyata sumur itu sudah digali orang kafir. Lalu Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam menyampaikan hadis diatas.

’’Artinya, niatnya Sayidina Umar itu lebih bagus dibanding amalnya orang kafir,’’ tegasnya.

Inilah pentingnya kita berniat yang baik. ’’Sebelum melakukan sesuatu, sebaiknya kita niat yang baik,’’ saran Mbah Bolong. Baru bangun tidur, kita niat ibadah. Juga niat memberi manfaat kepada umat Islam. Mau berangkat kerja, kita niat mencari rezeki yang halal. Juga niat menjalankan amanah berupa tugas yang diberikan karena Allah subhanahu wa ta’ala.

’’Dalam puasa ini, niat juga sangat penting,’’ tegas Mbah Bolong. Kita harus niat puasa sejak malam hari. Sehingga ketika masuk Subuh, kita sudah dicatat puasa. ’’Karena niat puasa, kita mendapatkan pahala yang sangat banyak,’’ tandasnya. Sejak Subuh sampai Magrib, kita terus dicatat ibadah.

Puasa merupakan ibadah yang terpanjang. Salat kita maksimal hanya 10 menit. Membaca Alquran kita maksimal hanya satu jam. Itikaf kita di masjid maksimal hanya dua atau tiga jam. Sedangkan puasa kita, bisa 14 jam. ’’Kalau sudah berniat puasa, maka selama 14 jam itu kita terus dicatat ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala,’’ paparnya.

Walaupun  selama 14 jam itu kita gunakan tidur, maka kita tetap dicatat ibadah. Karena sudah niat puasa.

Maka kita harus berupaya memperbanyak niat. Usai wudu, kita salat di masjid. Maka salat dua rakaat itu bisa diniati tiga. Pertama, niat salat lisukril wudu atau salat setelah wudu. Kedua, niat salat sunah tahiyatal masjid. Ketiga, niat salat qobliyah.

Saat kita menjalankan tugas melayani masyarakat, juga bisa diniati tiga. Pertama, niat melaksanakan tugas karena Allah subhanahu wa ta’ala. Kedua, niat membantu sesama manusia. Serta ketiga, niat meneladani Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang juga bekerja mencari nafkah. Editor : Rojiful Mamduh
#masjid polres jombang #Binrohtal #Mbah Bolong #KH Nurhadi