Mohamad Amir, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, aksi pengerusakan terjadi sekitar pukul 14.25.
Saat itu personel Satpol PP ini tengah berjaga di pos keamanan Kantor Pemkab Jombang, yang hanya berjarak sekitar 30 meter dari lokasi kejadian. Tiba-tiba dia mendengar suara orang berteriak-teriak dengan nada keras dari arah trotoar. ”Karena saya lagi jaga, jadi sempat saya abaikan,” terangnya.
Tak berselang lama, dirinya dikagetkan dengan benda asing yang dilemparkan tepat mengenai tiang bendera di halaman depan gedung pemkab. ”Ada yang melempar sesuatu ke tiang bendera. Kemudian saya cek ternyata yang dilempar bunga dari pot itu,” katanya.
Mengetahui itu, dia pun segera mengecek ke luar pagar. Ternyata ada orang yang melakukan pengerusakan fasilitas di trotoar Jl KH Wahid Hasyim. ”Saya lihat orang itu mengambil bambu penyangga pohon. Setelah mengambil itu langsung memukul tempat sampah dan pot sampai pecah. Rambu jalan juga dirusak sampai roboh ke sisi trotoar,” bebernya.
Melihat kejadian itu, Amir langsung berusaha mengejar dan meneriaki orang tidak dikenal tersebut. Seketika pria tak dikenal itu langsung melarikan diri mengendarai sepeda motor yang tidak terpasang pelat nomor tersebut. ”Langsung naik sepeda putar ke arah utara lagi. Kebetulan saya sempat ambil foto dan video sebelum orangnya kabur jauh,” imbuh Amir.
Dinas Perkim Berencana Lapor Polisi
SEMENTARA itu, Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang langsung merespons cepat. Setelah mengecek ke lokasi, pihaknya segera melaporkan kejadian pengrusakan ke pihak berwajib.
”Kita berencana memang untuk melaporkan ke APH,” ujar Heru Widjajanto Kepala Dinas Perkim Jombang, Minggu (27/2) kemarin.
Heru menambahkan, setelah menerima laporan kejadian, pihaknya langsung bergegas mengecek ke lokasi. Selain mengintarisir kerusakan sejumlah fasilitas, pihaknya juga sudah mengantongi foto terduga pelaku. ”Di foto juga jelas. Nanti selebihnya biar APH yang bekerja,” ungkapnya.
Disinggung terkait dugaan motif pelaku nekat melakukan pengrusakan, Heru menyerahkannya pada pihak kepolisian untuk mengungkap. ”Saya juga heran ada orang yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan pengerusakan fasilitas umum bahkan pada saat kondisi ramai,” bebernya.
Selain mengungkap pelaku, tujuan laporannya tersebut untuk memberi efek jera. ”Sekaligus biar menjadi pembelajaran semua agar tidak merusak fasilitas umum. Kan itu juga untuk masyarakat. Jadi semuanya harus menjaga dan tidak melakukan pengerusakan,” katanya.
dari hasil inventarisir di lokasi kejadian, tingkat kerusakan lumayan. ”Ada pot bunga, tong sampah juga rambu jalan milik dishub,” bebernya.
hingga saat ini, kondisi pot rusak masih dibiarkan di lokasi guna kepentingan proses penyelidikan nantinya. Nantinya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dengan PT Asri Jaya Putra Persaka (PT AJPP) untuk perbaikan. ”Kami sudah berkoordinasi dengan kontraktor. Karena masih ada masa pemeliharaan sampai Desember nantinya,” pungkas Heru.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan menyebut hingga kini belum menerima laporan resmi terkait dugaan tindak pengrusakan sejumlah fasilitas di trotoar Jalan KH Wahid Hasyim tersebut. Namun demikian, sebagai langkah, polisi sudah melakukan penyelidikan. ”Laporan sejauh ini belum ada, namun kita sudah lakukan lidik (penyelidikan),” kata Teguh, Minggu (27/2) kemarin.
Saat ini pihaknya sudah mengantongi petunjuk dari video yang beredar di sejumlah medsos. ”Masih kita lakukan pelacakan, termasuk mengidentifikasi pelat nomor kendaraan yang digunakan saat beraksi,” singkat Teguh. Editor : M Nasikhuddin