Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Gurih Renyah Keripik Singkong dari Galengdowo

Achmad RW • Kamis, 9 Maret 2023 | 14:30 WIB
Keripik singkong bikinan Arni warga Dusun/Desa Galengdowo jadi salah satu UMKM unggulan.
Keripik singkong bikinan Arni warga Dusun/Desa Galengdowo jadi salah satu UMKM unggulan.
JOMBANG - Kecamatan Wonosalam juga dikenal sebagai daerah penghasil tanaman singkong. Untuk meningkatkan nilai jual singkong, sebagian warga mengolahnya menjadi keripik. Rasanya yang gurih dan renyah menjadikan camilan ini banyak digemari.

Salah satu warga sukses mengembangkan usaha pembuatan keripik singkong, yakni Arni Afika, 42. Warga Dusun/Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam mengaku sejak 2015 menekuni usaha rumahan ini. ”Awalnya coba-coba, alhamdulillah sekarang semakin berkembang,” terang Arni kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Arni mengatakan, ide awal merintis usaha ini, terinspirasi dari hasil panen singkong di wilayahnya yang melimpah. Sayangnya, para petani umumnya lebih memilih menjual langsung ke tengkulak atau ke pasar meski dengan harga yang relatif murah.”Jadi, di sini banyak sekali yang menanam singkong, apalagi saat panen itu harga jualnya cukup murah hanya Rp 2.500 per kilogram,” terangnya.

Melihat itu, Arni pun terdorong untuk membuat makanan olahan dari singkong agar bisa menaikkan nilai jual. Dari situ muncul ide membuat keripik singkong. ”Apalagi di sini banyak ibu-ibu yang menganggur, jadi saya ajak mereka untuk membantu mengolah keripik singkong ini,” tambahnya.

Berbekal keahlian yang ia miliki, Arni pun tanpa kesulitan membuat keripik singkong. Hasilnya tak mengecewakan. Keripik singkong olahannya ternyata banyak diminati pembeli. ”Awalnya tak banyak yang minat, tapi saya tidak menyerah,” bebernya.

Selain menawarkan di sejumlah media sosial, mulai Facebook, Instagram dan lain-lain, ia juga aktif mengikuti pameran. ”Pertama itu saya bawa ke Jombang, saya kenalkan ke dinas terkait. Lalu ikut pameran dan kini bertambah terus,” terangnya.

Menurutnya, membuat keripik singkong tidaklah terlalu sulit. Hanya saja, yang perlu diperhatikan salah satunya dari pemilihan bahan baku, resep dan cara penggorengan. Agar bisa menghasilkan produk yang baik, dia tidak sembarang memilih bahan baku. ”Jadi kita pilih singkong yang berkualitas,” bebernya.

Setelah singkong siap, proses selanjutnya memisahkan bagian kulit singkong sampai bersih. Selanjutnya singkong yang sudah dikupas dibersihkan dengan air dan diiris tipis-tipis sesuai selera. Setelahnya, siapkan wajan besar untuk penggorengan. ”Penggorengan saya lakukan dua kali. Yang pertama proses pengeringan dari bahan baku mentah sampai setengah jadi. Kemudian proses kedua pencampuran dengan sirup gula,” jelas dia.

Saat pesanan membeludak, tak jarang ia sampai meminta bantuan tetangga dan saudaranya untuk membantu. ”Kalau pas pesanan banyak, biasanya saya bisa mempekerjakan hingga delapan orang ibu-ibu sini untuk membantu menggoreng, mengemas dan lain-lain,” tandasnya.

Keripik singkong buatan Arni cukup spesial. Selain melalui proses penggorengan dua kali, Arni juga mencampur dengan varian rasa. Mulai original yang dicampur dengan garam, manis dan keju. ” Ada pedas juga, tapi hanya permintaan konsumen tertentu,” pungkasnya.

Cocok Buat Oleh-Oleh

SELAMA ini, keripik singkong buatan Arni Afika, 42, warga Dusun/Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam paling banyak dipesan untuk parsel hajatan. Dengan kemasan yang simpel dan harga yang terjangkau membuat orang tertarik membeli ditambah rasanya yang gurih dan renyah.

”Ya selama ini memang paling banyak untuk parsel hajatan. Mereka beli yang kemasan 100 gram dengan harga Rp 10 ribu,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang. Jika pesanan banyak, Arni juga tak segan memberikan diskon alias potongan harga. ”Selain untuk parsel hajatan bisa juga untuk oleh-oleh keluarga di rumah. Kebetulan produk kami sering diikutkan dalam kegiatan pameran,” terangnya.

Soal harga, Arni membuat dalam dua kemasan. Pertama kemasan jumbo ukuran 1 kilogram dijual dengan harga Rp 60 ribu per kg. Kemudian kemasan kecil 100 gram dijual Rp 10 ribu. ”Selama ini pemasaran kita kirim ke sejumlah pusat oleh-oleh. Selain itu kita juga menyediakan di marketplace yang dibantu teman-teman universitas saat KKN,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW
#Keripik Singkong #Jombang #Galengdowo #wonderland wonosalam #UMKM #potensi desa #kuliner