Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Manfaatkan Kayu Hutan Wonosalam, Pemuda ini Buat Kerajinan Barongan

Achmad RW • Kamis, 9 Juni 2022 | 15:03 WIB
Photo
Photo
JOMBANG - Di Wonosalam, ragam kesenian tradisional terus hidup dan terjaga. Salah satunya kesenian barongan. Hal ini juga yang menginspirasi Tariske Valentine, 20, pemuda asal Dusun Sanggar, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam merintis pembuatan kerajinan barongan. Seiring produknya mulai dikenal, pemasarannya bahkan tembus hingga luar Jawa.

Keuletan Taris, sapaan akrabnya terlihat dalam membuat kerajinan barongan atau yang biasa disebut jeplapokan. Tak asal memahat kayu, Taris juga memperhatikan sisi detail. Tak ayal produk barongannya terjual laris manis di pasaran. ”Saya belajar membuat kerajinan jeplaplokan sejak SMP,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Taris termotivasi membuat kerajinan barongan karena suka melihat pentas kesenian tradisional kuda lumping yang biasanya juga menampilkan kesenian barongan. menurtunya, kesenian barongan menjadi hiburan yang banyak digemari rakyat, khususnya di perdesaan. Kesenian barongan menampilkan keseruan serdiri bagi penggemarnya. Selain menampilkan keterampilan seni tari, kesenian ini semakin banyak digemari lantaran diiringi dengan instrumen musik.

Sebut saja kendang, gedhuk, bonang, saron, demung dan kempul. Seiring perkembangan jaman, ada beberapa instrumen modern yaitu drum, terompet, kendang besar hingga keyboard.  Menurut dia, membuat kerajinan barongan adalah hal unik dan menantang.

Pertama, karena tidak semua anak muda zaman sekarang minat di bidang ini. Kedua, hal ini juga sebagai upaya melestarikan budaya peninggalan leluhur. ”Sehingga sejak SMP ini saya tekuni,’’ papar dia.

Ia mengatakan, ada beberapa jenis kayu yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar membuat kerajinan barongan. Misalnya, kayu waru, cangkring, dadap dan pule. Semua kayu itu tersedia dari hutan Wonosalam. ”Kebanyakan kayu lokal. Karena kualitasnya juga bagus,’’ tambahnya.

Taris bisa menyelesaikan satu set barongan dalam kurun waktu dua minggu. Mulai proses pemahatan hingga pewarnaan. Meski dibuat dengan perkakas sederhana, kerajinan tangan anak muda ini mampu bersaing di pasaran. Buktinya, pelanggan kerajinan barongan buatan Taris bahkan tembus hingga luar Jawa dan Kalimantan. ”Untuk pemasaran saya menggunakan online. Bisa tembus Kalimantan,’’ jelas dia.

Satu set barongan buatan Taris dijual dengan kisaran harga Rp 2,5 juta. Namun pelanggan juga bisa membeli kepala barong saja dengan harga Rp 1,5 juta. ”Ukuran kepala barong pada umumnya sama, yakni panjang 18 cm dan lebar 23 cm,’’ pungkasnya.

selanjutnya...........

Salah Satu Magnet Wisatawan

PRODUK kerajinan barongan tak luput dari perhatian Pemdes Galengdowo. Selain memperluas lapangan kerja, produk kerajinan tradisional ini juga menjadi daya magnet tersendiri bagi wisatawan.

Kades Galengdowo Wartomo mengapresiasi keuletan warganya menekuni usaha kerajinan barongan. Ke depan, pihaknya berjanji akan memfasilitasi semua bentuk UMKM warga termasuk kerajinan barongan agar lebih berkembang. ”Kerajinan barongan asli Galengdowo ini rencananya kita pamerkan di bumdes, sehingga saat ada wisatawan yang berkunjung bisa jadi cenderamata yang khas dari desa kita,’’ ujar Kades Galengdowo Wartomo kemarin.

Menurutnya, kerajinan barongan bisa menjadi cenderamata khas Wonosalam. Ke depannya, Pemdes Galengdowo berencana memberikan support berupa penyertaan modal melalui BUMDes Galengdowo. ”Sehingga harapan kami bisa berkembang,’’ tambahnya.

Ia mengakui, di Galengdowo sendiri ada cukup banyak warganya yang menjadi perajin. Baik kerajinan wayang kulit, baju kuda lumping dan barongan. ”Semua bentuk UMKM akan kita fasilitasi sehingga dapat berkembang dan go publik,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW
#Jombang #kjepaplok #wonderland wonosalam #kerajinan #Wonosalam #jaranan #barongan