alexametrics
22.4 C
Jombang
Saturday, June 25, 2022

Wayang Kulit dari Bumi Wonosalam, Pasarnya Tembus Luar Pulau

JOMBANG – Tak hanya tersohor dengan eksotisme panorama alamnya, Kecamatan Wonosalam juga kaya potensi kerajinan tangan. Salah satunya ditekuni Aan Qumaize, 20, perajin wayang kulit asal Dusun/Desa Galengdowo, Kecamatan. Sentuhan kreatifnya mampu menciptakan produk wayang kulit dengan tampilan karakter yang kuat.

Aan termotivasi membuat wayang kulit sejak duduk di bangku VIII SMP. Salah satu hobi remaja ini, yakni menonton pagaleran wayang. Ia pun mencoba-coba membuat kerajinan wayang dari kulit sapi secara otodidak. ”Saya belajar secara otodidak sejak SMP. Akhirnya, bisa tekun sampai sekarang,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (18/5).

Menurutnya, membuat kerajinan wayang kulit tak hanya sekedar mencari rupiah. Namun, juga sebagai bentuk melestarikan budaya. ”Anak muda yang membuat wayang kan langka zaman sekarang. Ini juga sebagai bentuk melestarikan budaya,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Hasilkan Madu Hitam hingga Royal Jelly

Dijelaskan, ada beberapa proses dalam pembuatan wayang kulit. Pertama diawali dengan membersihkan bahan baku kulit. Pemilihan kulit sapi yang berkualitas juga menentukan bagus tidaknya hasil akhir wayang kulit. Setelah dibersihkan, kulit sapi dijemur di bawah terik agar bersih dan kering. ”Kemudian kita rentangkan sembari menyorek atau membuat pola,’’ tambahnya.

Setelah itu, proses selanjutnya adalah dipahat sesuai dengan pola yang diinginkan. Masing-masing tokoh pewayangan membutuhkan ketelatenan tersendiri dalam tahap ini. ”Terakhir kita gapit untuk memberikan pegangan pada wayang,’’ tambahnya.

Proses itu, kata dia membutuhkan waktu paling tidak satu hingga dua minggu, tergantung tingkat kerumitan tokoh wayang yang dibuat. Uniknya, semua alat yang ia gunakan adalah alat sederhana. Mulai tatah, dan alat pewarnaan lainnya. Namun, hasil wayang kulit buatan Aan lebih berkarakter dan memiliki nilai jual tinggi. ”Karena saya memperhatikan sisi detail,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Aneka Kerajinan Berbahan Logam dari Sumberjo, Wonosalam

Meski baru mulai sekitar lima tahun menekuni bidang ini, produk wayang Aan banyak diburu. Bahkan pemasaran produknya sudah tembus hingga wilayah Kalimantan dan beberapa kota di luar Jombang. ”Untuk pemasaran, saya memanfaatkan media online. Alhamdulillah ada yang sudah langganan, mulai Jombang, Kediri hingga Kalimantan,’’ jelas dia.

Harga satu buah wayang kulit kreasi Aan dijual mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. ”Tergantung tingkat kerumitan,’’ pungkasnya.

Selanjutnya…..






Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Tak hanya tersohor dengan eksotisme panorama alamnya, Kecamatan Wonosalam juga kaya potensi kerajinan tangan. Salah satunya ditekuni Aan Qumaize, 20, perajin wayang kulit asal Dusun/Desa Galengdowo, Kecamatan. Sentuhan kreatifnya mampu menciptakan produk wayang kulit dengan tampilan karakter yang kuat.

Aan termotivasi membuat wayang kulit sejak duduk di bangku VIII SMP. Salah satu hobi remaja ini, yakni menonton pagaleran wayang. Ia pun mencoba-coba membuat kerajinan wayang dari kulit sapi secara otodidak. ”Saya belajar secara otodidak sejak SMP. Akhirnya, bisa tekun sampai sekarang,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (18/5).

Menurutnya, membuat kerajinan wayang kulit tak hanya sekedar mencari rupiah. Namun, juga sebagai bentuk melestarikan budaya. ”Anak muda yang membuat wayang kan langka zaman sekarang. Ini juga sebagai bentuk melestarikan budaya,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Berendam di Sungai Sambil Menikmati Sejuknya Udara Pegunungan

Dijelaskan, ada beberapa proses dalam pembuatan wayang kulit. Pertama diawali dengan membersihkan bahan baku kulit. Pemilihan kulit sapi yang berkualitas juga menentukan bagus tidaknya hasil akhir wayang kulit. Setelah dibersihkan, kulit sapi dijemur di bawah terik agar bersih dan kering. ”Kemudian kita rentangkan sembari menyorek atau membuat pola,’’ tambahnya.

Setelah itu, proses selanjutnya adalah dipahat sesuai dengan pola yang diinginkan. Masing-masing tokoh pewayangan membutuhkan ketelatenan tersendiri dalam tahap ini. ”Terakhir kita gapit untuk memberikan pegangan pada wayang,’’ tambahnya.

Proses itu, kata dia membutuhkan waktu paling tidak satu hingga dua minggu, tergantung tingkat kerumitan tokoh wayang yang dibuat. Uniknya, semua alat yang ia gunakan adalah alat sederhana. Mulai tatah, dan alat pewarnaan lainnya. Namun, hasil wayang kulit buatan Aan lebih berkarakter dan memiliki nilai jual tinggi. ”Karena saya memperhatikan sisi detail,’’ jelas dia.

Baca Juga :  Kopi Excelsa Wonosalam, Kopi Primadona yang Rasanya Beragam
- Advertisement -

Meski baru mulai sekitar lima tahun menekuni bidang ini, produk wayang Aan banyak diburu. Bahkan pemasaran produknya sudah tembus hingga wilayah Kalimantan dan beberapa kota di luar Jombang. ”Untuk pemasaran, saya memanfaatkan media online. Alhamdulillah ada yang sudah langganan, mulai Jombang, Kediri hingga Kalimantan,’’ jelas dia.

Harga satu buah wayang kulit kreasi Aan dijual mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. ”Tergantung tingkat kerumitan,’’ pungkasnya.

Selanjutnya…..






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/