Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Wonderland Wonosalam
icon featured
Wonderland Wonosalam
Berburu Anggrek Lokal dari Hutan Wonosalam

Ada Belasan Jenis, Tumbuh Subur di Lereng Anjasmara

13 Januari 2022, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Ada Belasan Jenis, Tumbuh Subur di Lereng Anjasmara

Share this      

BUMI Wonosalam terkenal dengan komoditas duren.. Di luar itu, kecamatan yang terletak di kaki lereng Gunung Anjasmara ini menyimpan keragaman flora lainnya yang menjual. Seperti bunga anggrek lokal yang tumbuh subur di dalam hutan.

Sejak 2014 silam, Suyanto, 47, warga Dusun Pengajaran, Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam mengoleksi belasan jenis anggrek lokal asli Wonosalam.

Mulai jenis yang paling langka, hingga jenis yang unik dan belum memiliki nama. Semua anggrek lokal ini saya dapat dari hutan di wilayah Pengajaran,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (12/1).

Baca juga: Pasar Buah Wonosalam Desain Tradisional, Jujukan Asik Berburu Durian

Ada Belasan Jenis, Tumbuh Subur di Lereng Anjasmara

Hampir sewindu berburu anggrek lokal Wonosalam, Sohel sapaan akrab pria berambut gondrong ini, menemukan banyak jenis anggrek langka yang belum dijumpai. Misalnya anggrek tanah matahari terbit yang memiliki bunga putih cerah. ”Sebenarnya ada banyak jenis anggrek lokal Wonosalam. Namun, delapan tahun berburu anggrek Wonosalam saya baru mengkoleksi 12-an jenis,” tambah bapak dua anak ini.

Untuk mendapat anggrek hutan Wonosalam, Sohel harus menempuh medan yang cukup sulit di tengah hutan. Anggrek hutan biasanya tumbuh menempel di pohon pakis yang sudah mati. Terkadang, ia juga menemukan di atas pohon yang tinggi. ”Saya kalau mencari biasanya pas musim kemarau. Karena kalau musim hujan seperti ini medannya sulit dan licin. Sangat berbahaya untuk memanjat pohon,” jelas dia.

Di rumah Sohel sendiri, beraneka anggrek lokal Wonosalam dibudayakan. Mulai, jenis kuku macan, paku pakuan, ekor tupai, merpati, atau jenis anggrek tanah seperti matahari terbit, lidah bergoyang, kebutan, bibir berbulu, ular geni, kipas, sisik naga serta permata. ”Lalu ada satu yang belum memiliki nama. Saya tidak tahu namanya apa, karena baru dapat kemarin,” terangnya.

Penamaan anggrek lokal tersebut, disebut turun temurun masyarakat setempat sejak dulu. Misalnya, anggrek sisik naga memiliki daun kecil berbentuk sisik ular. ”Atau matahari terbit bunganya cenderung mekar memancar laiknya matahari terbit,” jelas dia.

Selain mengoleksi, Sohel juga menjual hasil budidaya anggrek lokal Wonosalam. Mulai harga paling murah Rp 30 ribu hingga ratusan ribu. ”Kalau untuk penjualan, saya tidak pernah memasarkan. Bagi yang ingin beli biasanya langsung kesini,” pungkasnya.

(jo/ang/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia