alexametrics
23 C
Jombang
Wednesday, June 29, 2022

Kreasi Batik Estetik Bermotif Kopi dan Cengkeh dari Carangwulung

JOMBANG – Keindahan panorama alam di Kecamatan Wonosalam menjadi sumber inspirasi bagi warga yang tinggal di lereng gunung Anjasmoro berkarya. Seperti ditekuni Nur Okno Femiati, 33, perajina batik asal Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam mampu menciptakan batik dengan motif alam khas alam Wonosalam. Hasilnya tak hanya menarik, namun juga bisa mengenalkan Wonosalam melalui kreasi batik.

Femiati menceritakan, awalnya ia terinspirasi dari bunga kopi yang mekar. Ia kemudian mengkombinasikan motif bunga kopi tersebut ke dalam batik tulis. ”Awalnya terinspirasi dari bunga kopi excelsa. Kebetulan kopi menjadi potensi unggulan desa kami,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Setelah berhasil mengembangkan motif kopi, Femi kemudian mencoba motif lain. Ia mencoba motif rebung, serta cengkih yang juga potensi Desa Carangwulung. ”Akhirnya kami konsisten membuat motif alam,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Wayang Kulit dari Bumi Wonosalam, Pasarnya Tembus Luar Pulau

Batik buatan Femi kini memiliki ciri khas dengan motif alamnya. Selain beda dengan yang lain, batik buatan Femi juga cukup menarik. Ia memadukan dengan warna yang mencolok untuk menonjolkan motif batik. Misalnya, kopi diberi warna merah, bunga diberi warna kuning dan daun berwarna hijau.

Di rumahnya, Femi sapaan akrabnya, membuat batik dengan dibantu dua pekerja. Dengan cara tradisional, Femi dengan telaten membatik di atas sebuah kain mori berukuran  2 x 1,15 meter. Menurut Femi, motif alam khas Wonosalam tak hanya menarik dituangkan dalam sebuah kain batik, melainkan dengan cara itu juga bisa mengenalkan potensi kepada pembeli batik. ”Dan kebetulan motif alam ini disukai beberapa pelanggan,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Waduh! Produksi Susu di Wonosalam Jeblok Gegara Wabah PMK

Sementara itu, harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Untuk batik tulis ukuran  2 x 1,15 meter dijual Rp 300 – 350 ribu tergantung motif. Sedangkan harga jual batik cap mulai Rp 150 ribu. ”Satu kain bisanya saya bisa selesaikan paling lama 1 minggu,’’ pungkasnya.

Selanjutnya…….






Reporter: Anggi Fridianto
- Advertisement -

JOMBANG – Keindahan panorama alam di Kecamatan Wonosalam menjadi sumber inspirasi bagi warga yang tinggal di lereng gunung Anjasmoro berkarya. Seperti ditekuni Nur Okno Femiati, 33, perajina batik asal Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam mampu menciptakan batik dengan motif alam khas alam Wonosalam. Hasilnya tak hanya menarik, namun juga bisa mengenalkan Wonosalam melalui kreasi batik.

Femiati menceritakan, awalnya ia terinspirasi dari bunga kopi yang mekar. Ia kemudian mengkombinasikan motif bunga kopi tersebut ke dalam batik tulis. ”Awalnya terinspirasi dari bunga kopi excelsa. Kebetulan kopi menjadi potensi unggulan desa kami,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.

Setelah berhasil mengembangkan motif kopi, Femi kemudian mencoba motif lain. Ia mencoba motif rebung, serta cengkih yang juga potensi Desa Carangwulung. ”Akhirnya kami konsisten membuat motif alam,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Wayang Kulit dari Bumi Wonosalam, Pasarnya Tembus Luar Pulau

Batik buatan Femi kini memiliki ciri khas dengan motif alamnya. Selain beda dengan yang lain, batik buatan Femi juga cukup menarik. Ia memadukan dengan warna yang mencolok untuk menonjolkan motif batik. Misalnya, kopi diberi warna merah, bunga diberi warna kuning dan daun berwarna hijau.

Di rumahnya, Femi sapaan akrabnya, membuat batik dengan dibantu dua pekerja. Dengan cara tradisional, Femi dengan telaten membatik di atas sebuah kain mori berukuran  2 x 1,15 meter. Menurut Femi, motif alam khas Wonosalam tak hanya menarik dituangkan dalam sebuah kain batik, melainkan dengan cara itu juga bisa mengenalkan potensi kepada pembeli batik. ”Dan kebetulan motif alam ini disukai beberapa pelanggan,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Melegenda sejak 1980, Hasil Menggembala Lebah di Hutan

Sementara itu, harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Untuk batik tulis ukuran  2 x 1,15 meter dijual Rp 300 – 350 ribu tergantung motif. Sedangkan harga jual batik cap mulai Rp 150 ribu. ”Satu kain bisanya saya bisa selesaikan paling lama 1 minggu,’’ pungkasnya.

- Advertisement -

Selanjutnya…….






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/