JOMBANG Salak pondoh lumut sudah menjadi ikon Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam. Salak ini banyak terdapat di Dusun Pengajaran. Lantaran sudah jadi ikon desa, salak jenis ini cukup dikenal masyarakat luar.

Salah satu petani salak Arista Jaya Mega Purnama, 34, menyampaikan, mayoritas salak yang dibudidayakan warga Dusun Pengajaran adalah salak jenis pondoh lumut. Selain rasanya lebih manis, buahnya juga cenderung lebih besar serta daging lebih tebal. ”Itu adalah salah satu keunggulan dari salak jenis pondo lumut,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Perawatan salak pondok juga tak terlalu ribet. Petani cukup membersihkan pelepah yang sudah tua. Kemudian rutin dilakukan penjarangan tunas pohon agar pembuahan bisa lebih maksimal. Untuk pupuk, petani memanfaatkan pupuk kompos atau organik dari kotoran ternak.

”Kemudian penjarangan pada buah juga perlu dilakukan. Caranya dengan memotong tunas buah salak, dan menyisakan lima janjang di setiap pohon. Satu pohon biasanya berdiri 20-25 biji salak ketika panen,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Cocok untuk Kesehatan dan Stamina Pria

Penjarangan itu memang dilakukan agar produksi buah lebih maksimal. Termasuk menghasilkan kualitas super. ”Sehingga buahnya besar-besar dan rata ukurannya,’’ papar dia.

Di kebunnya sendiri, total ada 500 pohon salak yang ditanam. Keuntungan bertanam salak adalah bisa dipanen sepanjang tahun. Setiap panen, Arista bisa mendapatkan hasil 4 kuintal lebih. ”Namun ada musim raya biasanya Januari, Februari dan Maret,’’ jelasnya.

Harga jual salak Pondoh lumut Galengdowo kini bersaing. Perkilogramnya Rp 7 ribu. ”Panen salak dapat dilakukan ketika pohon salak berusia empat tahun,’’ tegas dia.

Sementara itu, Wartomo Kades Galengdowo menyampaikan,  petani salak terus berupaya memanfaatkan kemajuan teknologi. Salah satunya, mengolah buah salak menjadi berbagai produk UMKM. ”Selain dijual kiloan baik ke pasar buah Wonosalam atau ke pasar tradisional lain, warga juga mengolah salak jadi produk seperti dodol, keripik dan sirup,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Wisata Air Terjun Tretes Wonosalam Jombang yang Elok dan Menantang

Hasil dari pengolahan tersebut dianggapnya dapat meningkatkan nilai jual salak. Bahkan, beberapa produk olahan salak khas Galengdowo banyak dijual keluar Jombang, melalui pasar online. ”Dalam event bancaan salak Galengdowo setiap tahun, produk olahan salak juga kita pasarkan,’’ tambahnya.

Di Galengdowo sendiri, total ada 250 petani salak dengan menanam di lahan kurang lebih 10 hektare. Melimpahnya buah salak juga dijadikan paket wisata edukasi kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat. “Jadi selain wisata perah susu sapi, air Terjun Tretes Pengajaran juga ada panen salak Galengdowo,” pungkasnya.






Reporter: Anggi Fridianto