Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Hari Ibu, Ini Pesan Penting Ema Erfina Salmanudin Yazid, Ketua I TP PKK Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Jombang

Wenny Rosalina • Senin, 22 Desember 2025 | 12:54 WIB
Ema Erfina Salmanudin Yazid, Ketua I TP PKK Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Jombang
Ema Erfina Salmanudin Yazid, Ketua I TP PKK Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Jombang

TIRAKAT dan amalan seorang ibu memiliki peran penting dalam mengiringi setiap perjalanan hidup anak. Itu disampaikan Ketua I TP PKK Bidang Pembinaan Karakter Keluarga Kabupaten Jombang, Ema Erfina Salmanudin Yazid, dalam peringatan Hari Ibu.

Istri Wabup Jombang M. Salmanudin Yazid ini menegaskan, doa seorang ibu merupakan fondasi utama dalam mendidik anak sejak usia dini.

Peran ibu tidak hanya terbatas pada pengasuhan fisik, tetapi juga mencakup pembentukan karakter, akhlak, dan spiritualitas anak secara berkelanjutan.

”Seorang ibu harus menjadi uswah hasanah atau teladan yang baik bagi anak-anak dan lingkungan sekitar,” jelas Ema juga Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Jombang ini.

Sebagai ibu dari dua anak, yakni Tsamrotul Fikriyah dan Kanzul Atiyah, serta nenek dari empat cucu, Ema Erfina menegaskan, teladan yang diberikan baik dalam perkataan, perilaku, kesopanan, tata busana, maupun sikap hidup sehari-hari. Keteladanan tersebut diyakini lebih efektif daripada hanya nasihat.

Dalam kesehariannya, Ema membiasakan tirakat melalui doa-doa rutin yang dimulai sejak anak-anak masih kecil. Setiap malam sebelum tidur, ia mengajak anak-anak membaca Surat Al-Fatihah dan doa bersama dengan penuh kekhusyukan.

”Doa yang paling penting dibacakan fatihah untuk anak,” jelasnya.

Serta salah satu amalan yang dibaca secara rutin adalah dzikir “Lā ilāha illallāh al-Malikul aqqul Mubīn, Muammadur Rasūlullāh ādiqul wa‘di al-amīn,” yang mengandung makna penguatan tauhid serta keteladanan Rasulullah SAW sebagai pribadi yang jujur dan dapat dipercaya.

Kebiasaan berdoa juga ditanamkan sejak anak-anak masih bayi. Bahkan saat memandikan anak, Ema membiasakan mengiringinya dengan doa agar anak tumbuh menjadi pribadi yang taat kepada Allah SWT, hormat kepada orang tua dan guru, mudah dididik, serta kuat dalam iman, Islam, dan ihsan.

Seiring bertambahnya usia dan anak-anak mampu melakukan aktivitas secara mandiri, amalan doa sebelum tidur tetap dilanjutkan sebagai penguatan spiritual dalam keluarga.

Ema mengungkapkan, manfaat dari tirakat dan amalan doa tersebut sangat dirasakan dalam kehidupan keluarga. Anak-anak hingga cucu-cucunya tumbuh menjadi pribadi yang patuh, santun dalam bertutur kata, menjaga kesopanan dan tata busana, serta menghormati orang tua dan guru.

Melalui peringatan Hari Ibu, Ema berharap para ibu semakin menyadari doa, tirakat, dan keteladanan merupakan kunci utama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan beriman kuat. 

Baca Juga: Pimpin Upacara Hari Ibu, Pj Bupati Jombang: Perempuan Turut Andil Tekan Angka Stunting

Terlibat Langsung dalam Pendidikan

 

EMA Erfina terlibat langsung di dunia pendidikan. Selain menjadi pengasuh Pondok Pesantren, dia juga merupakan seorang doktor jebolan Universitas Islam Malang jurusan Pendidikan Multikultur.

Sebagai Ketua I TP PKK Jombang, saat ini kegiatannya lebih banyak mendampingi suaminya yang merupakan Wabup Jombang Salmanudin Yazid di berbagai acara. Namun sebelumnya ia sibuk di pondok.

”Jadi dari jam 5 sampai setengah 7 pagi saya mengajar takhasus Alquran Bin-Nadhor di Pondok Babussalam,” jelasnya. 

Lalu pukul 07.00 hingga 12.00 di MI Babussalam dan pukul 16.00 Takhassus Alquran di Ponpes Babussalam. Di hari tertentu, ia juga mengajar di STIES (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah) Babussalam, Mojoagung.

”Pokoknya seharian mengajar,” kata pengasuh Ponpes Babussalam, Desa Kalibening, Kecamatan Mojoagung ini.

Keterlibatannya di dunia pendidikan mendapatkan dukungan penuh dari suami tercinta yang akrab disapa Gus Salman. Tak jarang, ia juga dibimbing langsung sang suami agar menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih mandiri. Termasuk memberikan semangat untuk terus mengamalkan ilmu yang dimiliki.

Ning Ema, sapaan akrabnya, memiliki cita-cita mulia di bidang pendidikan di Jombang. Yaitu memberikan pendidikan khusus untuk perempuan.

”Bimbingan itu bisa seputar adab, attitude atau akhlaq dan syariat dalam agama masing-masing,” tuturny.

Sejak setelah pelantikan ia fokus mendampingi suami tercinta bermasyarakat, aktifitas mengajarnya ia kurangi. Utamanya sebagai dosen di STIES. Namun di pondok pesantren ia tetap mengajar.

”Alhamdulillah setiap hari saya PP dari Pondok ke rumah dinas. Jadi habis subuh sebelum berangkat tugas, saya masih bisa ngajar mbak-mbak santri di Pondok," ungkapnya.

Turun langsung di dunia pendidikan tidak hanya mengamalkan ilmu yang ia miliki. Tapi mencari keridhoan Allah SWT.

”Ilmu saya tetap bisa manfaat dan harapannya tidak sampai melarat di akhirat,” jelasnya.

Ema menamatkan pendidikan jenjang RA dan MI di Miftahul Huda Sepanyul. Kemudian melanjutkan ke MTsN 1 Jombang, dan di MA Al Hikmah Kediri. Lulus jenjang SMA, ia kuliah D2 PGMI di Unhasy Jombang. Lalu S1 Pendidikan Agama Islam di STAI Ar Rosyid Surabaya, kemudian S2 di Manajemen Pendidikan Islam di Unipdu Jombang dan S3 Pendidikan Multikultur di Unisma.

Bagi perempuan, menurutnya ilmu sangat penting, karena ibu yang berkualitas akan menurunkan generasi yang berkualitas pula.

”Maka penting bagi seorang ibu memiliki ilmu dan berakhlaq mulia agar putra putrinya terdidik dengan baik.  Satu huruf, satu perilaku dan ucapan-ucapan yang baik yang ibu ajarkan pada putra putrinya merupakan  investasi yang tak ternilai dan berkontribusi pada pembangunan insan kamil,” pungkasnya. (wen/fid)

Editor : Anggi Fridianto
#ema #hari ibu #Jombang #Ema Erfina Salmanudin Yazid #Pemkab Jombang