28.9 C
Jombang
Saturday, January 28, 2023

Nuril Hidayati, Utamakan Kedekatan Personal Serta Kedisiplinan

JOMBANG – Pengorbanan dan dedikasi terhadap pekerjaan akan membuahkan prestasi. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang dapat diraih secara instan. Butuh pengorbanan waktu dan tenaga serta proses panjang demi meraih hasil yang diinginkan. Inilah pedoman, Nuril Hidayati, S.Ag sebagai Kepala SMPN 2 Gudo.

’’Pedoman saya, pribadi yang baik akan terbentuk dengan kedekatan personal serta ditunjang pemahaman akan kedisplinan,’’ katanya.

Sebagai kepala sekolah baru di SMPN 2 Gudo, tugas utama Nuril, sapaan akrabnya adalah meneruskan visi dan misi kepala sekolah sebelumnya yang baik serta menambahkan inovasi dari dirinya sendiri. Tanggung jawab terhadap nama sekolah harus dimiliki para peserta didik maupun guru pembimbing. ”Serta ditunjang seluruh unsur sekolah,” ucap wanita kelahiran Jombang, 15 November 1971 ini.

Baca Juga :  Hariyati SPd, Enjoy Jadi Guru Karena Jalani Impian Masa Kecil

Komitmen yang selalu diterapkan di mana pun wanita lulusan IAIN Sunan Ampel (sekarang UIN Malik Ibrahim Malang, Red) tahun 1995 ini, yakni pengabdian. Hal tersebutlah yang membuat dia amat disegani karena pengorbanan dan dedikasinya yang tinggi. ”Sebagai kepala sekolah, saya berkewajiban meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kepuasan masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan,’’ tuturnya.

Pilihan menjadi wanita karir harus dijalani tanpa melupakan kodrat sebagai wanita. ”Sikap dan perilaku serta kemampuan mengatur waktu dengan baik sesuai porsinya, dapat memberi kesan elegan bagi setiap wanita, terlebih wanita karir,’’ ucap ibu dua anak ini.

Wanita yang berdomisili di Desa Kedawong, Kecamatan Diwek ini selalu meluangkan waktu bersama keluarga terutama anak, terlebih saat ini posisinya adalah sebagai single parent karena sang suami telah meninggal sejak tahun 2018. ’’Alhamdulillah, anak-anak mampu hidup mandiri meskipun tanpa adanya sosok seorang ayah,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Guru Kekinian yang Dekat dengan Siswa

Nuril ingin menjadi contoh yang baik bagi kedua anaknya, yakni Agam Aditya Wijaya, 26, dan  Tamara Tsanya Alya Wijaya, 21. ’’Tentu saja tanpa melupakan tugas dan kewajibannya,’’ tekadnya. Hal tersebut selalu dia terapkan dalam kehidupan kesehariannya.






Reporter: Dwi Aris Supriyanto

JOMBANG – Pengorbanan dan dedikasi terhadap pekerjaan akan membuahkan prestasi. Namun, hal tersebut bukanlah sesuatu yang dapat diraih secara instan. Butuh pengorbanan waktu dan tenaga serta proses panjang demi meraih hasil yang diinginkan. Inilah pedoman, Nuril Hidayati, S.Ag sebagai Kepala SMPN 2 Gudo.

’’Pedoman saya, pribadi yang baik akan terbentuk dengan kedekatan personal serta ditunjang pemahaman akan kedisplinan,’’ katanya.

Sebagai kepala sekolah baru di SMPN 2 Gudo, tugas utama Nuril, sapaan akrabnya adalah meneruskan visi dan misi kepala sekolah sebelumnya yang baik serta menambahkan inovasi dari dirinya sendiri. Tanggung jawab terhadap nama sekolah harus dimiliki para peserta didik maupun guru pembimbing. ”Serta ditunjang seluruh unsur sekolah,” ucap wanita kelahiran Jombang, 15 November 1971 ini.

Baca Juga :  Kebut Sertifikasi, Sepanjang Juli 41 Aset Pemkab Sudah Bersertifikat

Komitmen yang selalu diterapkan di mana pun wanita lulusan IAIN Sunan Ampel (sekarang UIN Malik Ibrahim Malang, Red) tahun 1995 ini, yakni pengabdian. Hal tersebutlah yang membuat dia amat disegani karena pengorbanan dan dedikasinya yang tinggi. ”Sebagai kepala sekolah, saya berkewajiban meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kepuasan masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan,’’ tuturnya.

Pilihan menjadi wanita karir harus dijalani tanpa melupakan kodrat sebagai wanita. ”Sikap dan perilaku serta kemampuan mengatur waktu dengan baik sesuai porsinya, dapat memberi kesan elegan bagi setiap wanita, terlebih wanita karir,’’ ucap ibu dua anak ini.

Wanita yang berdomisili di Desa Kedawong, Kecamatan Diwek ini selalu meluangkan waktu bersama keluarga terutama anak, terlebih saat ini posisinya adalah sebagai single parent karena sang suami telah meninggal sejak tahun 2018. ’’Alhamdulillah, anak-anak mampu hidup mandiri meskipun tanpa adanya sosok seorang ayah,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Devia Mayang Pitaloka, Suka Bersosialisasi, Cinta pada Pekerjaan

Nuril ingin menjadi contoh yang baik bagi kedua anaknya, yakni Agam Aditya Wijaya, 26, dan  Tamara Tsanya Alya Wijaya, 21. ’’Tentu saja tanpa melupakan tugas dan kewajibannya,’’ tekadnya. Hal tersebut selalu dia terapkan dalam kehidupan kesehariannya.






Reporter: Dwi Aris Supriyanto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/