Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eko Redjo Sunariyanto Mengaku Rutin Membaca dan Menulis, Ternyata Ini Alasannya

W
Penulis: Wenny Rosalina❯
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Dr Eko Redjo Sunariyanto SPd MPd  bersama keluarga
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Dr Eko Redjo Sunariyanto SPd MPd bersama keluarga

RadarJombang.id - Di tengah kesibukannya sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Dr Eko Redjo Sunariyanto SPd MPd tetap merawat kebiasaan yang telah membentuk cara berpikir dan kepemimpinannya.


Advertisement

Yaitu membaca dan menulis. Baginya, jabatan administratif tidak boleh memutus relasi seorang pendidik dengan dunia gagasan dan refleksi.

Latar belakang keilmuan di bidang bahasa membuat Eko memiliki ketertarikan kuat pada bacaan-bacaan inspiratif, khususnya genre sosial dan humaniora.

Ia juga gemar membaca filsafat, meski memilih aliran yang ringan dan membumi.

Advertisement

’’Filsafat yang tidak terlalu berat justru sangat bermanfaat untuk profesi saya,’’ ungkapnya.

Dari bacaan itulah ia menemukan banyak sudut pandang yang memperkaya cara memandang manusia, pendidikan, dan kebijakan.

Kecintaan pada literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca. Eko dikenal produktif menulis dan telah banyak mempublikasikan tulisannya di surat kabar.

Advertisement

Ia juga memiliki sepuluh judul  buku dengan topik-topik menarik yang berangkat dari persoalan sosial dan pendidikan.

Selain itu, artikel-artikel reflektif kerap lahir dari kegelisahan intelektualnya sebagai pendidik.

Dalam waktu dekat, Eko bersiap meluncurkan buku terbarunya tentang humanisme santri di lingkungan pondok pesantren.

Ketertarikannya pada tema tersebut berangkat dari kekhasan pendidikan pesantren yang terprogram selama 24 jam.

Ia melihat adanya keterlibatan banyak pihak dalam proses pendidikan di pondok. Keikhlasan orang tua, niat anak, serta ketulusan para pendidik dan pengasuh.

’’Endingnya, kita akan mengetahui pendidikan adalah tanggung jawab banyak orang, bukan hanya orang tua dan guru,’’ ujarnya.

Untuk buku tersebut, Eko tidak sekadar menulis dari balik meja. Ia terjun langsung ke lapangan selama berbulan-bulan di Pondok Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo.

Ia membaur dengan para guru, berinteraksi dengan kiai dan putra-putranya, serta mengamati keseharian santri.

Proses itu memberinya imajinasi yang utuh dan kedalaman perspektif, sehingga tulisan yang lahir tidak sekadar deskriptif, tetapi juga reflektif dan humanis.

Naskah buku tersebut kini telah rampung dan tinggal menunggu sentuhan akhir sebelum diluncurkan.

’’Tinggal finishing touch, mudah-mudahan diberikan kelancaran dan memberikan manfaat untuk banyak orang,’’ ungkap ayah dua anak ini.

Soal waktu menulis, suami Suryaningrum Saidah ini memiliki disiplin personal. Malam sebelum tidur atau pagi hari saat pikiran masih segar menjadi waktu favoritnya.

Akhir pekan ia optimalkan untuk menulis lebih serius. Ia menyadari dirinya bukan penulis yang cepat, tetapi ia menegaskan bahwa kehati-hatian adalah prinsip utama.

’’Saya bukan penulis cepat, tapi saya penulis yang sangat hati-hati,’’ tuturnya.

Inspirasinya sering datang di tengah aktivitas sehari-hari. Karena itu, ia selalu membawa catatan ke mana pun pergi.

Ide yang muncul di jalan, dari peristiwa kecil, atau dari interaksi sosial dianggapnya sebagai ide mahal yang tidak boleh hilang.

Apa pun yang terlintas harus segera ditulis, meski hanya berupa kata kunci.

’’Kemanapun pergi saya selalu membaca catatan. Begitu muncul ide langsung saya catat agar tidak lupa. Baru diramu kembali saat menulis,’’ ungkapnya. (wen/jif)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Tak Sekadar Penghijauan, Desa Jombok Jombang Sulap Pinggir Jalan Jadi Kebun Buah Gratis

Tak Sekadar Penghijauan, Desa Jombok Jombang Sulap Pinggir Jalan Jadi Kebun Buah Gratis

Ruas jalan dan tanggul sungai di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, tak sekadar menjadi akses mobilitas warga. Beragam pohon buah tumbuh subur di sepanjang jalur tersebut. Saat berbuah, hasilnya boleh dinikmati

Tiga Perkara yang Dirahasiakan Allah, Jangan Remehkan Amal Kecil dan Sesama Manusia

Tiga Perkara yang Dirahasiakan Allah, Jangan Remehkan Amal Kecil dan Sesama Manusia

Saat ngaji usai salat Zuhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah Polres Jombang, Kamis (5/11), pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Khoir, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, KH Miftahul Khoiri, menjelaskan hal yang dirahasi

Sopir Truk Hino Pemicu Kecelakaan Maut di Mojoagung Positif Sabu, Ini Kata Polisi

Sopir Truk Hino Pemicu Kecelakaan Maut di Mojoagung Positif Sabu, Ini Kata Polisi

Fakta baru terungkap dari kecelakaan maut yang melibatkan truk Hino dan Honda Beat di simpang tiga Ringroad Mojoagung, Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer