26.9 C
Jombang
Wednesday, February 8, 2023

Letkol Lek Eka Yawendra, Jadi Tentara Karena Ikuti Jejak Ayah

JOMBANG – Komandan Satuan Radar 222 Ploso di Kabuh Letkol Lek Eka Yawendra Parama, baru empat bulan menjabat di Jombang. Pria kelahiran Surabaya, 14 September 1980 ini memiliki komitmen kuat bersinergi mendukung program Pemkab Jombang.

”Ya saya mengabdi di Kabupaten Jombang sejak 20 Oktober 2022,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (21/1). Sejak saat itu komitmennya mendukung program dan visi misi Pemkab Jombang.

Selain berperan sesuai tupoksi masing-masing, juga berupaya mendukung peningkatan potensi generasi muda. “Misalnya program peningkatan potensi dirgantara, kebetulan saya sebagai Pembina cabor aeromodeling bersinergi menggali potensi sekolah bersama Pemkab Jombang,’’ tambahnya.

Eka adalah anak sulung dari dua bersaudara pasangan almarhum Suroyo dan almarhumah Mimin Padarwati. Sejak kecil ia bercita-cita meneruskan jejak sang ayah (prajurit TNI AD) sebagai prajurit TNI AU.

Setelah menuntaskan pendidikan dasar, menengah dan atas di Magetan 1999, ia langsung berkompetisi test AKABRI di Ajenrem Madiun untuk tes daerah, dan tes Panda di Kota Pahlawan Surabaya. Dari dua tempat tes itu ia dinyatakan lolos. ”Kemudian saya ke Magelang untuk mengikuti test pusat dan penentuan masuk kematraan angkatan darat, laut atau udara,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Afrisal, Pemain Timnas U-16 Dapat Penghargaan dari Bupati Jombang

Kemudian, ia mulai mengikuti pendidikan dasar prajurit di Akademi Militer Magelang 1999-2003. Ia akhirnya lulus sebagai perwira remaja 2003. Perjuangan Eka masih panjang, usai lulus  ia mengikuti seleksi penerbang TNI AU namun gagal dan masuk korps Elektronika, berkualifikasi sebagai air traffic controler (ATC) alias pengatur lalu lintas udara. ”Tugas pertama 4 tahun di Lanud Adisutjipto Yogyakarta mulai 2004-2008,’’ papar bapak tiga anak ini.

Pada 2008, ia dipindah ke Lanud Supadio Pontianak hingga 2013. Selama mengabdi, ia juga menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (Politeknik Penerbangan Indonesia) di Curug Tangerang selama empat tahun hingga 2010. Mengambil jenjang D2 dan D3 selama dua tahun, dan D4 Ahli Lalu Lintas selama satu tahun. ”Dari pendidikan itu saya punya kualifikasi sebagai junior ATC, Senior ATC, Radar Controller, serta ahli lalu lintas udara,’’ papar dia.

Baca Juga :  Selekda Inkanas, 81 Karateka Jombang Berangkat ke Blitar

Masuk 2013, Eka kemudian dimutasi kembali ke Lanud Adisutjipto Yogyakarta sebagai Kepala Sub Seksi Pengatur Lalu Lintas Udara sampai dengan tahun 2017.  Tahun 2017, ia dipindah ke Bali sebagai Kasi Base Operation di Lanud I Gusti Ngurah Rai, kemudian mengikuti pendidikan tertinggi TNI AU. “Yakni Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (SESKOAU) Lembang Bandung, sekalian menempuh pendidikan S2 Magister Ilmu Politik konsentrasi studi keamanan di Universitas Padjajaran lulus 2018” tambahnya.

Selesai SESKOAU kemudian ia mendapatkan penugasan di MABESAU Jakarta menjabat Kasi Operasi udara selama dua tahun dan Kasi Navigasi hingga 2022. ”Kemudian naik jabatan sebagai komandan satuan radar yang bertugas di Satradar 222 Ploso di Kabuh hingga sekarang,’’ pungkas dia. (ang/bin)






Reporter: Anggi Fridianto

JOMBANG – Komandan Satuan Radar 222 Ploso di Kabuh Letkol Lek Eka Yawendra Parama, baru empat bulan menjabat di Jombang. Pria kelahiran Surabaya, 14 September 1980 ini memiliki komitmen kuat bersinergi mendukung program Pemkab Jombang.

”Ya saya mengabdi di Kabupaten Jombang sejak 20 Oktober 2022,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Jombang, kemarin (21/1). Sejak saat itu komitmennya mendukung program dan visi misi Pemkab Jombang.

Selain berperan sesuai tupoksi masing-masing, juga berupaya mendukung peningkatan potensi generasi muda. “Misalnya program peningkatan potensi dirgantara, kebetulan saya sebagai Pembina cabor aeromodeling bersinergi menggali potensi sekolah bersama Pemkab Jombang,’’ tambahnya.

Eka adalah anak sulung dari dua bersaudara pasangan almarhum Suroyo dan almarhumah Mimin Padarwati. Sejak kecil ia bercita-cita meneruskan jejak sang ayah (prajurit TNI AD) sebagai prajurit TNI AU.

Setelah menuntaskan pendidikan dasar, menengah dan atas di Magetan 1999, ia langsung berkompetisi test AKABRI di Ajenrem Madiun untuk tes daerah, dan tes Panda di Kota Pahlawan Surabaya. Dari dua tempat tes itu ia dinyatakan lolos. ”Kemudian saya ke Magelang untuk mengikuti test pusat dan penentuan masuk kematraan angkatan darat, laut atau udara,’’ tambahnya.

Baca Juga :  Rini Susanti: Wanita Harus Pandai Membagi Waktu

Kemudian, ia mulai mengikuti pendidikan dasar prajurit di Akademi Militer Magelang 1999-2003. Ia akhirnya lulus sebagai perwira remaja 2003. Perjuangan Eka masih panjang, usai lulus  ia mengikuti seleksi penerbang TNI AU namun gagal dan masuk korps Elektronika, berkualifikasi sebagai air traffic controler (ATC) alias pengatur lalu lintas udara. ”Tugas pertama 4 tahun di Lanud Adisutjipto Yogyakarta mulai 2004-2008,’’ papar bapak tiga anak ini.

Pada 2008, ia dipindah ke Lanud Supadio Pontianak hingga 2013. Selama mengabdi, ia juga menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (Politeknik Penerbangan Indonesia) di Curug Tangerang selama empat tahun hingga 2010. Mengambil jenjang D2 dan D3 selama dua tahun, dan D4 Ahli Lalu Lintas selama satu tahun. ”Dari pendidikan itu saya punya kualifikasi sebagai junior ATC, Senior ATC, Radar Controller, serta ahli lalu lintas udara,’’ papar dia.

Baca Juga :  Thonsom Pranggono Dulu Ingin Gabung Militer, Kini PNS

Masuk 2013, Eka kemudian dimutasi kembali ke Lanud Adisutjipto Yogyakarta sebagai Kepala Sub Seksi Pengatur Lalu Lintas Udara sampai dengan tahun 2017.  Tahun 2017, ia dipindah ke Bali sebagai Kasi Base Operation di Lanud I Gusti Ngurah Rai, kemudian mengikuti pendidikan tertinggi TNI AU. “Yakni Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (SESKOAU) Lembang Bandung, sekalian menempuh pendidikan S2 Magister Ilmu Politik konsentrasi studi keamanan di Universitas Padjajaran lulus 2018” tambahnya.

Selesai SESKOAU kemudian ia mendapatkan penugasan di MABESAU Jakarta menjabat Kasi Operasi udara selama dua tahun dan Kasi Navigasi hingga 2022. ”Kemudian naik jabatan sebagai komandan satuan radar yang bertugas di Satradar 222 Ploso di Kabuh hingga sekarang,’’ pungkas dia. (ang/bin)






Reporter: Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/