Jumat, 03 Dec 2021
Radar Jombang
Home / Tokoh
icon featured
Tokoh

Nadlifah Rizki Utami: Bangun Kemistri dengan Komunikasi

17 November 2021, 08: 30: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Nadlifah Rizki Utami: Bangun Kemistri dengan Komunikasi

Share this      

KESIBUKAN Nadlifah Rizki Utami membuat waktunya di rumah dengan buah hati sangat terbatas. Namun ia selalu menyempatkan waktu untuk komunikasi dan memperhatikan anak-anaknya.

Mendengarkan cerita dan keluh kesah anak menurutnya dapat memperkuat kemistri antara ibu dan anak meski dengan waktu yang singkat setiap harinya. ”Waktu yang lama bersama anak-anak belum tentu dapat menciptakan kemistri ibu dan anak, tapi waktu yang singkat jika kita jalin komunikasi yang bagus, mendengarkan akan menciptakan kemistri yang kuat,” ungkapnya.

Rizki bekerja mulai pukul 08.00 sampai 17.00. Setelah pulang kerja, waktunya ia maksimalkan dengan keluarga. Ia mengurangi penggunaan smartphone. ”Utamanya hari Minggu adalah waktu untuk keluarga,” terangnya.

Baca juga: Hariani: Totalitas dalam Bekerja, Hobi Gowes Bareng Suami

Nadlifah Rizki Utami: Bangun Kemistri dengan Komunikasi

Menurutnya, keinginan anak tidak terlalu berlebihan. Anak-anak hanya ingin ditanya tentang kegiatannya hari itu, ada masalah apa, mendengarkan keluh kesahnya. ”Ibu itu harus berilmu, memiliki jaringan agar tau dunia luar, sehingga anak-anak tidak mencurahkan isi hatinya di luar, cukup dengan ibunya bisa diajak sharing, memberikan saran dan nasehat, karena ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya,” jelasnya.

Setiap dua minggu sekali, ia menyempatkan liburan ke luar kota bersama keluarga. ”Seperti ke Malang, Surabaya. Liburan akhir tahun baru sedikit lebih jauh, seperti ke Bromo,” bebernya.

Setiap ada perjalanan luar kota, sebisa mungkin ia mengajak kedua buah hatinya. Sehingga bisa liburan sekaligus bekerja. ”Saya sebisa mungkin bawa anak-anak kalau ke luar kota, biar mereka tetap bisa sama-sama saya, juga sekaligus liburan,” katanya.

Sebelum tidur, Rizki memiliki kebiasaan introspeksi diri. ”Introspeksi diri kepada anak-anak, kepada suami, kepada tim, dan kepada kerjaan,” imbuhnya.

Jika ada yang kurang pas keesokan harinya akan segera dibenahi dengan kebijakan-kebijakan baru. ”Itu saya renungi setiap sebelum tidur setiap hari, keesokan harinya, kalau ada yang kurang pas saya buat gebrakan baru lagi,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia