Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Tokoh
icon featured
Tokoh
Laili Agustin Bendahara PMI Jombang

Harus Tetap Cantik Setelah Pensiun

12 Januari 2022, 09: 25: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Harus Tetap Cantik Setelah Pensiun

Laili Agustin Bendahara PMI Jombang

Share this      

JOMBANG - Masa tua lebih banyak dihabiskan Laili Agustin dengan kegiatan bersantai dan menikmati waktu bersama keluarga. Meski begitu, bagi bendahara PMI Jombang ini, urusan perawatan tubuh dan wajah harus tetap terjaga. Wanita harus tetap cantik, meski tak lagi muda.

"Bukan berarti setelah pensiun kemudian lusuh tak terawat, harus di rawat dong, wajib," kata nenek enam cucu ini.

Laili lahir di Jombang 14 Agustus 1957. Pengalamannya di dunia birokrasi Pemerintahan Kabupaten Jombang cukup mentereng. Dia pernah menduduki jabatan sebagai Kepala DPPKB-PPPA dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jombang.

Baca juga: Perkuat Harkamtibmas untuk Pertumbuhan Ekonomi

Selain itu, Laili juga pernah di Sekwan, Inspektorat, dan BKD-PP yang sekarang menjadi BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Jombang.

Ia aktif menjadi pengurus PMI Jombang sejak 1998 atau terhitung sekarang ini sudah berjalan lima periode. Bedanya, dulu saat masih aktif sebagai ASN, ia tak setiap hari ngantor di PMI. Tapi setelah ia pansiun ia menghabiskan separuh harinya di PMI.

Itu juga alasannya untuk tetap menjaga penampilan. Agar tidak terkesan lusuh setelah tak lagi berdinas sebagai PNS.

Meski usianya sudah menginjak 65 tahun, Laili terus berusaha menjaga penampilan semenarik mungkin. Penampilannya tak kalah dengan anak-anak muda. Tata riasnya tak mencolok namun tetap cantik. Perpaduan pensil alis berwarna cokelat dan lipstik pink membuat wajahnya semakin tegas.

Untuk perawatan lain, Laili biasa menggunakan skincare siang dan malam. Menurutnya, skincare penting untuk menjaga kesehatan kulit. "Kalau nyalon saya tidak suka pergi ke salon, perawatan hanya pakai skincare saja," jelasnya.

Tubuhnya juga proporsional. Dengan tinggi 157 sentimeter dan berat badan 57 kilogram membuatnya tampak ideal. Ia mengatakan tak ada diet khusus yang dilakukan, mengingat usia yang juga lebih dari setengah abad. Ia lebih memilih hidup sehat tanpa membatasi asupan makanan demi menjaga berat badan ideal. ”Usia saya sudah tidak lagi diet, kadang tidak sarapan saja gemetar tubuh," kata istri Romlan Prasojo ini.

Ya, sarapan menjadi hal wajib baginya dan keluarganya. Ia menyiapkan sarapan sendiri. Pekerjaan rumah ia lakukan sendiri tanpa bantuan ART.

Menurutnya sarapan menjadi bekal energi yang akan sangat diperlukan tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. ”Sarapan itu wajib sejak dulu, sejak anak-anak masih kecil sarapan harus dilakukan," kata ibu tiga anak ini.

Selain menjaga kesehatan dengan sarapan, ia juga rutin mengonsumsi vitamin dan omega 3. "Itu penting sekali menjaga kesehatan saya di masa tua," jelasnya.

Ia juga rutin mengonsumsi rempah-rempah. Seperti kunyit, jahe dan serai yang direbus kemudian ditambahkan perasan jeruk lemon dan madu. Minumen herbal itu gunanya memperkuat daya tahan tubuh. Tak heran jika perempuan yang tengah menunggu kelahiran cucu ketujuhnya ini masih tetap eksis dan energik menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

Untuk olahraga, ia lebih suka olahraga ringan dengan jalan santai setiap pagi. Termasuk ketika belanja ia menempuh perjalanan sekitar jarak 300 meter dengan berjalan kaki. "Lumayan kan 600 meter PP, kadang juga jalan-jalan santai di depan rumah," jelasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia