Mulya, Perawat Teladan di Puskesmas Kini Jadi Wadir di RSUD Jombang

87

JOMBANG – Mulya, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Jombang  sudah mengabdi 34 tahun di Pemkab Jombang. Sejak menyandang predikat perawat teladan 2011 lalu, karirnya di pemerintahan perlahan moncer.

”Saya mulai berdinas di Puskesmas Dukuhklopo Peterongan 1988 silam,” ucap ayah tiga anak kelahiran Gresik, 8 April 1967 ini. Sebagai perawat, ia menjalankan tugasnya dengan baik. Ia juga menelurkan karya, strategi penanggulangan TBC di wilayah  Puskesmas Dukuhklopo dan sekitarnya.

Ia menganggap, penanggulangan TBC tidak melulu hanya melibatkan pasien dan tenaga kesehatan. Tapi perlu kontribusi dari keluarga, kader kesehatan masyarakat yang membuat jejaring untuk penanggulangan. ”Jadi bagaimana penjaringan pasien lewat keluarga dan tetangga yang ada di sekitarnya,” katanya.

Hasilnya, pasien TBC dapat ditemukan lebih dini, tidak sampai terjadi kerusakan paru-paru dan tingkat kesembuhannya lebih besar. Karya inisiatif itu bisa memenangkan lomba perawat teladan. ”Karena syarat lomba itu program harus sudah dilakukan dan terlihat hasilnya. Saya menang, bahkan ditulis di Jawa Pos Radar Mojokerto saat itu,” kenangnya.

Sejak saat itu namanya mulai dikenal. Setahun kemudian, ia dipromosikan menjadi Kasi Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Jombang. Dua tahun kemudian, dipindah ke Bagian Kesra sampai 2017. Lantah pindah tugas ke Bagian Organisasi. Tak lama, 2019 ia menjadi Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda.

Baca Juga :  Poli Gigi RSUD Jombang Buka Layanan Pasang Behel

Pada pertengahan Oktober 2021 lalu, ia mengikuti asesmen dan diangkat menjadi Sekretaris Bappeda Jombang. Setengah tahun kemudian, ia ditunjuk sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Jombang. Sering berpindah tempat tugas, bahkan jauh melenceng dari profesinya sebagai perawat, ia menjalani dengan enjoy.

”Yang penting di manapun berada yang utama adalah koordinasi dan kerjasama,” jelasnya. Nah, di tempatnya sekarang, ia ingin mempersiapkan RSUD Jombang menjadi smart hospital. Dengan pendataan yang lebih canggih dan serba digital. Sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan.

”PR kita banyak untuk menyempurnakan pelayanan kepada masyarakat, salah satunya parkir, mempererat kerjasama dengan semua warga rumah sakit, dan semua data digital. Ini yang sangat penting menuju smart hospital,” jelasnya lagi.

Perjalanan karirnya tentu tidak lepas dari doa istrinya, Sri Wahyuningsih yang ia sunting 1992 lalu. Dengan dikaruniai tiga anak, ia menyebut dukungan keluarga adalah yang utama. Di luar pekerjaannya yang padat di tempat kerja, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah bersama keluarga.

Baca Juga :  Farid Al Farisi, Pimpinan DPRD yang Suka Berorganisasi Sejak Sekolah

”Paling sekadar jalan-jalan kuliner, lebih suka di rumah dan isturahat bersama keluarga,” jelas warga Dusun Banjaranyar, Desa Sumberagung, Kecamatan Peterongan ini.

Mulya sendiri lahir dan besar di Gresik. Setelah menamatkan pendidikan SD  1980 di SDN Kalirejo 1 Dukun, ia bersekolah di SMP Dharma Bhakti Bungah, SMA Perawat Kesehatan mengambil jurusan perawat umum dan lulus 1986. Tak menunggu lama, Mulya langsung melanjutkan pendidikan D3 Akademi Keperawatan Soedono Madiun, lulus 2005. Kemudian S1 Ilmu Keperawatan Stikes Husada Jombang lulus 2009.

Baru setelah itu, ia mengambil profesi Ners di Stikes Husada Jombang lulus 2010. Serta mengambil pascasarjana Magister Manajemen di Universitas dr Soetomo Surabaya. Setelah merasakan pendidikan di Jombang, ia kemudian jatuh cinta dengan Jombang. Berkarir dan menetap sebagai warga Jombang hingga sekarang. (wen/bin/riz)






Reporter: Wenny Rosalina