Senin, 17 Jan 2022
Radar Jombang
Home / Tokoh
icon featured
Tokoh
Dewi Muawanah Kepala Perpustakaan SMKN 1

Evaluasi Diri dengan Melibatkan Siswa

05 Januari 2022, 06: 50: 59 WIB | editor : Rojiful Mamduh

Evaluasi Diri dengan Melibatkan Siswa

Dewi Muawanah kepala perpustakaan SMKN 1 Jombang

Share this      

UNTUK mengevaluasi diri, Dewi sering meminta pendapat siswanya. Setiap satu semester sekali, ia meminta siswanya untuk menuliskan kritikan kepada dirinya. Tanpa menyebutkan nama agar siswanya tak ragu dalam memberikan kritik.

Melalui kritikan itu, ia membenahi diri. Banyak saran yang diberikan, seperti menunjuk siswa diberikan tugas dengan lebih merata. ”Banyak yang mengkritik karena saya terlalu tepat waktu, saya tidak pernah bolos. Kalau kritikan-kritikan seperti itu, saya ingatkan kembali kepada mereka tentang pentingnya waktu dan tanggung jawab,” katanya.

Dengan kesibukan yang padat di sekolah, ia tetap meluangkan waktu untuk keluarga. Seluruh anggota keluarga Dewi kompak suka jalan-jalan. Setiap ada kesempatan kumpul lengkap berempat, mereka sering jalan-jalan ke luar kota. ”Karena mereka sudah memiliki kesibukan masing-masing, jadi menunggu kumpul lengkap baru jalan-jalan bareng,” jelasnya.

Baca juga: Imran Kepala Kejari Jombang, Target Zero Tunggakan

Evaluasi Diri dengan Melibatkan Siswa

Sementara itu, Dewi juga sering mengikuti kajian-kajian Islam. Kajian tentang lebih dekat dengan Allah. Melalui kajian itu, Dewi merasa lebih tenang. Ia mengikuti kegiatan itu dengan anak gadisnya.

Dewi merupakan kategori orang yang tidak malu belajar kepada semua orang. Termasuk kajian yang rutin ia ikuti, penceramahnya masih muda. Ia mengaku bangga ketika anak muda yang lebih pinter dan memberikannya motivasi.

Ia juga sering belajar dari siswanya. Ia kemudian mengulas saat ia masih mengajar di SMAN 2 Jombang. Saat mengajar ada siswa yang sering telat dengan kondisi wajah yang masih setengah basah. ”Saya tanya dari mana, katanya salat Duha, dari situ hati saya terketuk, dan menjadi rutin salat Duha sampai sekarang,” katanya.

Ilmu lainnya juga ia dapatkan dari saudara yang tinggal di pelosok desa. Tidak berpendidikan tinggi seperti keluarganya, namun memberikan banyak motivasi. Salah satunya tentang hukum timbal balik.

”Kata bude saya yang tinggal di desa itu mengatakan, jika kesenangan dan kemudahan yang saya dapatkan ini karena saya juga sering menyenangkan orang lain, kata bude saya seperti itu. Jadi saya rasa ilmu apapun bisa datang dari siapa saja,” pungkasnya.

(jo/wen/jif/JPR)

 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2022 PT. JawaPos Group Multimedia